Kamis, 12 Juli 2012

Cara Mengatasi Kecanduan Game Online Bagi Anak-anak


Cara Mengatasi Kecanduan Game  Online  Bagi  Anak-anak



Perkembangan pengguna internet di dunia dan di Indonesia sangat pesat. Hal ini memicu munculnya tren baru di kalangan pengguna internet. Bermain game online adalah salah satu tren yang sedang mewabah saat ini. Tak hanya orang dewasa saja yang memainkan game online tapi juga anak-anak yang masih di bawah umur.
Permainan game online kini tengah digandrungi anak-anak dan kaum muda. Tren game online saat ini menjadi konten hiburan sekaligus memberi pengalaman berkomunitas, kerja sama tim, dan melatih kecermatan serta kecepatan bagi penggilanya. Sederhananya, game online adalah permainan eletronik berbasis teknologi audio video dengan bantuan komputer. Hanya saja, sebagai medianya, game online menggunakan jaringan internet.
 Adapun dampak dari game online bagi anak-anak sebagai berikut:
1.      Hubungan dengan orang tua, keluarga jadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang.
2.      Pergaulan hanya di game online saja, sehingga membuat para anak pecandu game online jadi terisolir dari teman-teman.
3.      Ketrampilan sosial berkurang, sehingga semakin merasa sulit berhubungan dengan teman sebayanya.
4.      Perilaku jadi kasar dan agresif karena terpengaruh oleh apa yang di lihat dan mainkan di game online.
5.      Pikiran jadi terus menerus memikirkan game. Jadi koknsentrasipun bisa terganggu.
6.      Pelajaran juga pasti terganggu..
7.      Mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik, kesehatan tubuh menurun akibat kurang olahraga.. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Cara penyebuhan bagi anak-anak yang kecanduan game online. Sebagai berikut :
1.      Berikan waktu luang dan perhatian yang banyak kepada anak-anak Anda. Mereka mau membelikan apa pun asalkan dapat membuat anak diam. Seharusnya, orangtua boleh memberikan mainan yang anak minta asalkan ada kendali juga dari orangtua. Padahal cara ini bisa berdampak pada lemahnya keterampilan emosi anak.
2.       Orangtua harus lebih selektif dalam mencarikan mainan untuk anak-anaknya. Sebisa mungkin permainan yang mempunyai unsur edukatif, bukan permainan yang mengandung adegan kekerasan.
3.      Buatlah sebuah peraturan yang dibuat oleh Anda dengan anak Anda secara bersama-sama. Di antaranya perihal batasan waktu antara bermain game, belajar, dan kegiatan sosialisasi anak dengan teman-temannya.
4.      Orangtua harus menanamkan pemahaman keagamaan kepada anak dengan baik. Sebab hal ini akan berpengaruh kepada moral anak. Moral anak dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan rumah, lingkungan sekolah, lingkungan teman-teman sebaya, segi keagamaan, juga aktivitas-aktivitas rekreasi.

Tapi, bagaimana jika saat ini Anda sedang menghadapi anak yang telah terlanjur kecanduan dan sulit sekali mengubah kebiasaan bermain game-nya? Bahwa anak mengorbankan kegiatan sosialnya, enggan mengerjakan PR, dan ingin mengurangi ketergantungannya, namun tak bisa adalah beberapa indikasi anak kecanduan video game.

Memang perlu usaha yang keras untuk dapat mengembalikan keadaan anak seperti semula. Apakah anak perlu diterapi? Mungkin saja, jika tarafnya sudah sedemikian parahnya. Orangtua harus melibatkan ahli-ahli lain untuk mengembalikan anak pada kondisi normal, bisa belajar berpikir dengan baik, mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial dan sekolah, serta dapat mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah dengan wajar.

Terapi juga diarahkan agar anak bisa belajar mengelola emosinya, mampu menghidupkan perasaannya dengan baik dan sehat, serta belajar menumbuhkan inisiatif positif.
Buat para orang tua silakan mencoba cara tersebut pada anak Anda. Semoga anak Anda yang sudah menjadi pecandu game online bisa berkurang,












Tidak ada komentar:

Posting Komentar