BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Bimbingan
dan konseling merupakan salah satu komponen dalam keseluruhan sistem pendidikan
khususnya di sekolah; guru sebagai salah satu pendukung unsur pelaksana
pendidikan yang mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung pelaksana layanan
bimbingan pendidikan di sekolah, dituntut untuk memiliki wawasan yang memadai
terhadap konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di sekolah.
Perkembangan
zaman (globalisasi) menimbulkan perubahan dan kemajuan dalam masyarakat.
Aspek perubahan meliputi: sosial, politik, ekonomi, industri, informasi dsb.
Akibatnya ialah berbagai permasalahan
yang dihadapi oleh individu, misalnya, pengangguran, syarat-syarat pekerjaan, penyesuaian diri, jenis dan
kesempatan pendidikan, perencanaan dan pemilihan pendidikan, masalah hubungan
sosial, masalah keluarga, keuangan, masalah pribadi, dsb. Walaupun pada
umumnya masing-masing individu berhasil mengatasi dengan sempurna, sebagian lain masih perlu mendapatkan
bantuan.
Dalam
proses pendidikan di sekolah, siswa sebagai subjek didik, merupakan
pribadi-pribadi yang unik dengan segala karakteristiknya. Siswa sebagai
individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan, memiliki kebutuhan dan
dinamika dalam interaksinya dengan lingkungannya. Sebagai pribadi yang unik,
terdapat perbedaan individual antara siswa yang satu dengan lainnya. Di samping
itu, siswa sebagai pelajar, senantiasa terjadi perubahan tingkah laku sebagai
hasil proses belajar.
Proses
perkembangan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dan dalam maupun dan luar.
Dan dalam dipengaruhi oleh pembawaan dan kematangan, dan dan luar dipengaruhi
oleh faktor lingkungan. Perkembangan dapat berhasil baik jika faktor-faktor
tersebut dapat saling melengkapi. Untuk mencapai perkembangan yang baik harus
ada asuhan yang terarah. Asuhan dalam perkembangan dengan melalui proses
belajar sering disebut pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar