Tahap
Erikson : Ego-Identity vs Role Confusion (Identitas Diri vs Kekacauan Peran)
-
Periode Perkembangan : masa remaja 12 - 18/20 tahun.
-
Karakteristik :
Pada tahap ini remaja /
individu dihadapkan pada temuan siapa mereka? Bagaimana mereka nantinya? Kemana
tujuan mereka?
Menuju dalam kehidupannya
=> Penjajakan pilihan-pilihan alternatif terhadap peran karir merupakan hal
penting.
Pada tahap ini remaja
memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara serentak / berurutan 2 ragam
kemampuan kognitif.
1.
Kapasitas menggunakan hipotesis.
2.
Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak, logis dan idealisitk (berpikir
tentang pemikiran itu sendiri).
Anggapan dasar seorang
remaja akan berpikir hipotesis => berpikir mengenai sesuatu khususnya dalam
pemecahan masalah dengan menggunakan dasar yang relevan dengan lingkungan yang
ia respon, memiliki perhatian ke masa depan, etika ideal, dsb.
Guru & orang tua
mengetahui bahwa kecerdasan itu melibatkan interaksi aktif antara siswa dengan
dunia disekitarnya. Oleh karenanya lingkungan siswa, seperti rumah tinggal,
seyogyanya ditata sebaik-baiknya agar memberi efek positif terhadap
perkembangan intelegensi anak. Terjadi proses asimilasi (info baru digabung
dalam pengetahuan yang ada) => pergolakan kognitif yang tajam.
Sekolah sebagai
pelatihan-pelatihan intelektual, mempertahankan orientasi-orientasinya pada hal
yang komprehensif yang dirancang untuk melatih remaja secara intelektual
seperti kejuruan & sosial, dalam perkembangan fisik, kognitif dan sosial
orang tua dan guru harus terus memantau agar meningkatkan kemandirian remaja
tertantang secaara intelektual oleh tugas akademis dan menciptakan lingkungan
yang positif bagi perkembangan sosial dan emosional sebagai sesuatu yang secara
intrinsik penting dalam sekolah bagi remaja.
Kurang orientasi dan
tidak bisa mengendalikan emosi -> kenakalan remaja / pergaulan.
Fase ini sebenarnya
adalah sumber utama Erikson sehingga dia
tertarik untuk mengembangkan teori Perkembangan psikososisalnya. Tugas
kita pada periode ini mungkin adalah yang terpenting, yaitu puncak dari semua
yang selama ini sudah kita lalui dan yang akan kita gunakan untuk
"mengarungi bahtera hidup" yakni menciptakan Identitas Diri bagi kita. Kegagalan kita akan menciptakan
kerancuan identitas/peran. Apakah Identitas-diri ini? Tak lain adalah mengenal
siapa diri kita sesungguhnya dan bagaimana diri ini melebur dengan masyarakat
di sekeliling kita.
Menciptakan Identitas
Diri yang benar adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang kita kumpulkan
sampai saat itu, dan menggabungkan semuanya menjadi suatu citradiri yang
berguna bagi masyarakat. Apakah faktor terpenting supaya tercipta Identitas
Diri yang sehat dan berguna bagi masyarakat ini? Salah satu faktor penting yang akan menentukan Identitas Diri ini
adalah hadirnya Role Model di dalam masyarakat di mana
kita hidup, yakni seseorang yang bisa dijadikan contoh.
Kehadiran orang tua, atau
guru yang hebat, menjadi sangat penting. Faktor
penting lainnya adalah adanya kejelasan bagaimana kita melangkah meninggalkan
masa anak-anak menuju kedewasaan. Di suku Indian tertentu, anak dianggap
dewasa setelah dia berhasil pergi ke padang rumput dan membawa pulang bulu
elang, ekor kerbau atau tengkorak hyena. Di suku-suku Afrika, sunat
adalah tanda bagi remaja lelaki yang sudah dianggap dewasa; dan ternyata memang
berguna secara fisik karena lebih "bersih". Remaja wanita di
Afrikapun disunat, istilah modernnya adalah Female Genital Mutilation, walaupun
manfaatnya bagi wanita kurang jelas.
Intinya, yang penting ada suatu upacara yang dengan jelas
menunjukkan pada umum bahwa anak sudah bukan anak lagi tetapi sudah menjadi
dewasa dan dia dituntut untuk berlaku dewasa.
Identitas
Diri bisa menjadi ekstrim bila para orang dewasa yang mengelilingi kita
menekankan bahwa tidak ada kompromi untuk suatu hal, dan kita berakhir dengan
menjadi fanatik. Yang paling sering difanatikkan adalah faktor agama atau
ethnik tertentu. Remaja fanatik tidak diijinkan melihat pilihan lain dan
identitas dirinya dibanjiri oleh dominasi faktor ini.
Harus
kita ingat bahwa remaja
baru saja meninggalkan stage ke 4 di mana mereka tidak melihat adanya
relatifitas, yang ada hanya kemutlakan. Orang dewasa yang berhasil
mempengaruhi anak-anak pada usia rawan ini akan berhasil mendapatkan pengikut
yang sangat setia dan membabi buta. Ini sangat berhubungan erat dengan
tulisan mang Jeha tentang kelik. Kelik
berdasarkan agama dan etnis adalah yang paling kuat karena diumumkan pada
publik lewat siering bahasa dan penampilan fisik antar anggota.
Mereka
yang berhasil memperoleh Identitas Diri yang sehat mencapai suatu keadaan yang
dinamai Fidelity oleh erikson, yaitu suatu kelegaan karena
kita mengenal siapa diri kita, tempat kita dalam masyarakat dan kontribusi
macam apa yang kita bisa sumbangkan untuk masyarakat. Sebaliknya, mereka yang
gagal memiliki suatu Identitas Diri akan gelisah karena tidak jelasnya
identitas mereka. Orang-orang ini bisa menjadi "drifter", si
pengembara, atau si penolak (mereka bisa menolak untuk punya identitas, menolak
definisi masyarakat tentang anggota masyarakat dll) dan mereka hidup sendiri bahkan ketika ada
di tengah masyarakat. Lagi-lagi, dunia modern di mana orangtua sering bekerja
larut malam, bercerai, bingung menghadapi perubahan kultur dan cara hidup
global, merupakan tempat subur bagi pertumbuhan remaja gelisah. Tidak ada
role model maupun upacara meninggalkan masa kanak-kanaknya bagi remaja-remaja
ini. Akhirnya, beberapa di antara mereka mencari identitas diri dengan
bergabung dalam gang-gang dan dengan kagum melihat pemimpin gang sebagai Role
Model. Untuk anggota gang, upacara yang ditentukan oleh gang menjadi
upacara yang menentukan status mereka dan menciptakan identitas. Mereka
bisa diminta membuktikan status setelah berhasil merokok atau meminum minuman
keras, atau bahkan berhubungan badan dengan anggota lama yang berlainan
sex. Kegiatan mereka menjadi merusak dan mengkacaukan masyarakat, tapi
bagi mereka itu tidak apa daripada hidup tanpa suatu identitas. Inilah bahaya
besar dari kaum remaja yang gagal melewati masa ini dengan sukses. Sehubungan
dengan perkembangan dunia modern ini, kita bisa meramal bahwa akan makin banyak
kelik dan grup-grup yang bermunculan. Parahnya adalah seringkali
identitas kelik ini akan bertahan sampai kita tua karena citra diri dibangun
berdasarkan definisi yang dibentuk oleh kelik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar