Kamis, 15 November 2012

Pemahaman Tingkah Laku



1. Chirologi :Ilmu Guratan tangan
2. Astrologi :Ilmu Perbintangan
3. Grafologi :Ilmu tulisan tangan
4. Phisiogrami ;Ilmu tentang wajah
5. Phrenologi :Ilmu tentang tengkorak
6. Onychologi :Ilmu tentang kuku.
1.Chirologi 
Jaman dahulu guratan tangan atau rajah tangan digunkan sebagai dasar dalam mengetahui kepribadian seseorang bahkan pula dengan melihat garis tangan seseorang maka dapat pula diramalkan pula siapa jodoh, rejeki dan kematian seseorang, pada bangsa arab dalam memilih seorang istri tidaklah memandang bodi seseorang melainkan telapak tangan, karena ada sebuah pendapat bahwa telapak tangan seseorang itu melambangkan kepribadian seseorang, bagi orang Yunani apabila garis tangan seseorang itu jelas maka kehidupan orang itu baik, sedangkan apabila garis tangan orang itu ruwet atau tidak jelas maka dapat disimpulkan kehidupan dan kepribadian seseorang iru ntidak jelas dan ruwet pula.
2.Astrologi
ilmu perbintangan tak hanya digunakan untuk mengetahui karakter seseorang pada zaman yunani kuno namun pada zaman komputer sekarangpun ilmu Astrologi masih digunakan, pada hakikatnya perbintangan pada ilmu astrologi tersebut dapat ditentukan pada bulan kelahiran seseorang yang bertepatan dengan rasi bintang yang muncul pada bulan kelahiran orang tersebut, seperti contohnya orang yang terlahir pada tanggal 11 maret dinyatkan berbintang pisces karena orang tersebut lahir pada saat rasi bintang pisces dan dibawah pengaruh planet venus, dimana watak seseorang yang memiliki bintang pisces ini di pengaruhi oleh watak rasi bintang yang menaunginya.
3.Grafologi
Seperti halnya namanya Graf yang berarti tulisan kita dapat mengetahui watak atau karakter seseorang berdasarkan tulisan, dimana orang jaman dahulu bisa mengetahui kepribadian seseorang itu dari model dia menulis, yaitu dengan memperhatikan panjang,pendek tulisan, tebal, tipis serta kemiringan tulisan,karena
dengan hal itu kita dapat mengetahui akan kesabaran dan emosional yang dimiliki oleh penulis.
4.Phisiogrami
      Cara yang dilakukan oleh orang-orang jaman dahulu untuk mengetahui kepribadian seseorang berdasarkan ciri-ciri fisik yang nampak pada wajah misalkan orang yang memiliki alis tebal pada umumnya memiliki pribadi yang keras, bibir yang tipis yang identik dengan orang yang suka bergosip dll.
5.Phrenologi
      Biasanya untuk digunakan mengetahui kepribadian seseorang berdasarkan tengkorak kepala seseorang karena semakin besar kepala seseorang maka makin besar pula volume otak seseorang, dengan adanya volume otak yang besar maka orang itu semakin cerdas bahkan untuk bertindak pun mereka yang mamiliki volume otak yang besar akan semakin mempertimbangkan akan sebab akibat sebelum melakukan suau tindakan.
6.Onychologi
Ilmu yang digunakan untuk mengetahui kepribadian atau karakter seseorang berdasar bentuk kuku, karena urat saraf seseorang berpangkal pada unjung jari sehingga dengan bentuk kuku kita dapat mengetahui bagaimana urat saraf orang.
  1. b.    Penilaian kepribadian yang lebih tinggi nilainya
Berbeda dengan usaha pemahaman tingkah laku yang bersifat pra ilmiah dengan kecenderungan saling lepas satu sama lain, pada usaha-usaha pemahaman tiingkah laku yang lebih tinggi nilainya ini terdapat kesinambungan antara satu dengan yang lainnya, jadi ada usaha perbaikan dari pandangan sebelumnya yang dipandang memiliki kelemahan pandangan baru yang mengacu pada perbaikan dari beberapa bagian terdahulu yang dipandang lemah.
Usaha-usaha tergolong merupakan usaha yang lebih tinggi nilainya daripada usaha-usaha yang bersifat pra ilmiah adalah pemahaman tingkah laku manusia melalui teori tipologi
Tipology menurut sujanto Dkk ( 1999 : 19 ) merupakan suatu cara menggolong-golongkan sejumlah orang yang memiliki tipe yang hamper bersamaan.
  1. 1.                        Tipologi konstitusi fisik
Tipologi konstitusi fisik menjelaskan tentang keadaan tubuh baik yang tampak berupa penambilan fisik seseorang maupun yang tidak tampak antara lain berupa susunan saraf, otak, kelenjar-kelenjar, jenis darah dan tekanannya, banyaknya cairan dalam tubuh.

a)      Tipologi hypocrates-galenus
Tipologi ini dikemukakan oleh galenus sebagai penerus dari hypocrates.
Hypocrates berpendapat bahwa didalam tubuh manusia terdapat 4 zat cair yang memiliki sifat yang berlainan yaitu :
  1. Darah yang bersifat panas.
  2. Lendir yang bersifat dingin.
  3. Empedu kuning yang bersifat kering.
  4. Empedu hitam yang bersifat basah.
Dan kemudian galenus menggunakan 4 macam cairan yang terdapat dalam tubuh manusia berupa :
  1. Darah ( sanguine )
  2. Lendir ( flegma )
  3. Empedu kuning ( choleri )
  4. Empedu hitam ( melanchole )
Sebagai dasar untuk menggolongkan manusia, penggolongannya sebagai berikut :
1)      Tipe Kepribadian Choleris
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan chole. Dimana orang yang choleris adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup penuh semangat, keras, hatinya mudah terbakar, daya juang besar, optimistis, garang, mudah marah, pengatur, penguasa, pendendam, dan serius.
2)      Tipe Kepribadian Melancholis
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan melanchole. Dimana orang yang melancholis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis, penakut, dan kaku.
3)      Tipe Kepribadian Phlegmatis
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan phlegma. Dimana orang yang phlegmatis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti tidak suka terburu-buru, tenang, tidak mudah dipengaruhi, setia, dingin, santai dan sabar.
4)      Tipe Kepribadian Sanguinis
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan sanguis. Dimana orang yang sanguinis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup mudah berganti haluan, ramah, mudah bergaul, lincah, periang, mudah senyum, dan tidak mudah putus asa.
b)      Tipologi kretschmer
Kretschmer seorang ahli jiwa dari jerman. Dari pengalamannya bekerja ia menyimpulkan ada hubungan yang erat antara bentuk tubuh manusia dengan sifat tempramen seseorang. Tipologi yang dikemukakannya ada dua yaitu :
  1. Tipologi berdasarkan konstitusi fisik.
  2. Tipe piknis. Dengan cirri bentuk badan bulat, pendek, perut gendut, wajah bundar, badan berlemak, dan dada berisi.
  3. Tipe asthenis atau leptosome. Dengan cirri badan langsing, anggota badan serba panjang, dada rata, kepala kecil, dan wajah sempit.
  4. Tipe atletis. Dengan cirri bentuk badan merupakan campuran antara piknis dan asthenis.
  5. Tipe displastis. Dengan ciri bentuk badan besar sekali atau kecil dan pendek.
    1. Tipologi berdasarkan konstitusi psikis
    2. Schizothyme memiliki sifat sukar bergaul tidak memiliki banyak teman dan asthenis.
    3. Tipe displastis. Memiliki sifat mudah bergaul dan banyak teman.


Hubungan Antara Keadaan Jasmani Dan Temperament
  1. Orang yang konstitusi piknis kebanyakan bertemperament cyklothym, atau orang-orang yang bertemperament cyklothym kebanyakan berkonstiusi piknis.
2. Orang-orang yang berkonstitusi leptosom, atletis, dan displastis kebanyakan bertemperament schizothyum, atau orang-orang yang bertemperament schizothym kebanyakan berkonstitusi leptosom, atau atletis atau displastis.

c)      Tipologi sigaud
Sigaud menyusun teorinya beradasarkan 4 macam funsi tubuh. Yaitu motorik, pernafasan, pencernaan, dan susunan saraf sentral.
Penggolongan tipe sigaud :
Sigmund Freud menyusun tipologinya berdasarkan empat macam fungsi tubuh yang selanjutnya disebut dengan “Tipologi Sigaud”, yaitu:

  1. a.      Motorik
Yang memiliki tipe ini dalah yang kuat fungsi motoriknya, termasuk tipe muskuler, dengan ciri-cirinya:
-          Anggota badannya serba panjang.
-          Berspir/berotot
-          Serba bersudut

  1. b.      Pernafasan
Orang yang memiliki tipe ini adalah orang yang kuat pernafasannya, termasuk tipe respiratoris, dengan ciri-cirinya:
-          Bentuk dadanya membusung.
-          Wajahnya lebar.

  1. c.       Pencernaan
Orang yang bertipe ini adalah yang kuat pencernaannya dan disebut dengan tipe Digestif, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
-          Perutnya besar.
-          Pinggangnya lebar.

  1. d.      Susuna syaraf
Orang yang memiliki tipe ini adalah orang yang kuat syaraf sentralnya yang selanjutnya disebut tipe serebral. Dengan ciri-ciri sebagai berikut:
-          Langsing.
-          Tulang tengkorak bagian atas besar sekali.

d)     Tipologi Sheldon
Sheldon menggambarkan kepribadian manusia itu sebagai terdiri dari komponen-komponen.
Komponeen-komponen kejasmanian primer, yang terdiri dari: 
  • Endomorphy. Orang yang komponen endomorphynya tinggi sedang kedua komponen lainnya rendah ditandai oleh: lembut, gemuk, berat badan relatif kurang
  • Mesomorphy. Orang yang bertipe mesomorphy komponen mesomorphnya tinggi sedang komponene yang lain lagi rendah; otot-otot dominant, pembuluh-pembuluh darah kuat, jantung juga dominan, orang bertipe ini tampak: kokoh, keras, otot kelihatan bersegi-segi, tahan sakit. 
  • Ectomorphy. Orang-orang yang termasuk pada golongan tipe ini organ-organ mereka berasal dari ectoderm yang terutama berkembang yaitu; kulit, sistem syaraf, dengan ciri-cir1: jangkung, dada pipih, lemah, otot-otot hampir tidak nampak berkembang.
Komponen kejasmanian sekunder, yang terdiri dari
  1. Dysplasia. Dengan meminjam istilah dari Kretchmer istilah itu dipakai oleh Sheldon untuk menunjukan setiap ketidak tepatan dan ketidak-lengkapan campuran ketiga komponen primer itu pada berbagai daerah dari pada tubuh.
  2. Gynandromorphy. Gynandromorphy itu menunjukan sejauhmana jasmani memiliki sifat-sifat yang biasanya terdapat pada jenis kelamin lawannya. Komponen ini oleh Sheldon dinyatakan dengan huruf “g” jadi orang laki-laki yang memiliki komponen “g” tinggi akan memiliki tubuh yang lembut, panggul besar, dan sifat-sifat wanita yang lain. Seseorang yang memiliki komponen “g” ini maksimal adalah banci.
  3. Texture. Ialah komponen yang menunjukan bagaimana orang itu nampaknya keluar

  1. 2.      Tipologi berdasarkan kebudayaan.
Kehidupan manusia di pengaruhi oleh kebudayaan. Kebudayaan menurut ki hajar dewantoro adalah hasil budi daya manusia yang di gunakan untuk memudahkan hidup manusia.
Spranger menggolongkan manusia kedalam enam tipe. Tipe-tipe ini termasuk tipe-tipe pokok atau tipe-tipe ideal. Melalului tipe-tipe tersebut orang dengan cepat menempatkan individu-individu yang dihadapinya paling dekat ke golongan atau tipe yang mana.
Tipologi Spranger merupakan pembagian tipe manusia berdasarkan kebudayaan. Tipe-tipe manusia menurut Spranger adalah sebagai berikut:

a)      Manusia Teori
Tipe manusia ini merupakan intelektual sejati, manusia ilmu, dan tujuan perbuatannya ingin mencapai kebenaran dan hakekat dari benda-benda. Manusia tipe ini menmpatkan peranan dominan dari kognisi/berpikir sebagai dasar dalam melakukan aktivitasnya.
Beberapa cirri manusia berdasrkan tipe ini pendiriannya yang relative objektif terhadap segala sesuatu, gandrung mempelajari ilmu pengetahuan, logis, dan selalu mencari kebenaran, memiliki pengertian yang jelas, serta membenci sebagai bentuk kekaburan, kurang memperhatiakn segi estetik, kurang menghargai materi sebagai kenyataan. Perhatian terhadap kehidupan sosial tidak besar, kurang memiliki dorongan untk berkuasa. Orang dengan tipe ini tidak mudah memancing kecemburuan sosial karena tidak mementingkan materi dalam hidup. Apabila orang dengan tipe ini menjadi ahli dalam ilmu sosial, maka padangannya lebih objektif dan tidak memihak meskipun terhadap golongan sendiri.
b)     Manusia Ekonomi
Manusia tipe ini mempunyai perhatian yang mengarah kepada kegunaan sesuatu hal, sehingga orang dengan tipe ini selalu kaya dengan gagasan-gagasan praktis, menilai sesuatu darisegi kegunaan serta nilai ekonominya. Prinsip utility banyak mendasari tindakan orang-orang denga tipe ini. kegunaan dari sesuatu merupakan tujuan tingkah lakunya dengan harapan memunyai kegunaan ekonomi bagi dirinya sendiri.
Dalam bentuknya yang ekstrim mereka dapat juga kikir atau sebaliknya dapat juga sangat boros. Orang denga tipe ekonomik sangat mendasarkan kepada keuntungan secara materi yang telah diperoleh.
c)      Manusia Estetik
Manusia tipe ini menghayati kehidupan seakan-akan tidak sebagai pemain tetapi sebagai penonton. Orang dengan tipe ini menghayati dengan dua cara yaitu impresiomatik yang pasif danekspresiomatik yang aktif mewarnai kesan yang diterima dengan subjek aktivitasnya.
Manusia tipe ini mempunyai kecenderungan indvidualisme. Manusia tipe ini kurang bisa menghadapi tuntutan praktis dalam kehidupannya dan lebih mementingkan keindahan.
d)     Manusia Sosial
Hal yang menonjol pada manusia tipe ini adalah besarnya kebutuhan akan resonansi dari sesame manusia untuk hidup bersama dengan orang lain dan mengabdikan diri untuk kepentingan bersama.
Cinta terhadap sesame baik secara individu maupun secara sosial, inilah nilai tertinggi yang mendasari pandangannya.
e)      Manusia Politik
Dorongan yang ada pada orang dalam tipe ini adalah mengejar kekuasaan dan berkuasa atas manusia lainnya. Orang lain bagi manusia tipe ini hanyalah sebagai objek kekuasaan.
Perwujudan dari sikap politik ini bisa berupa keinginan untuk lepas dari kekuasaan orang lain, bebas dari paksaan dan tuntutan otoritas. Seringkali bisa terjadi manipulasi keadaan demi suatu tujuan politik yang terselubung. Hal ini sering menyulitkan untuk membedakan suatu tingkah laku apakah didasari oleh nilai sosial atau nilai politik.


f)       Manusia  Religius
Nilai yang paling tinggi pada manusia tipe ini adalah pencarian terhadap nilai tertinggi daripada kebendaan hidup didunia. Pandangan mereka bahwa dirinya hanyalah bagian kecil dari suatu totalitas yang lebih besar.
Pencarian keselarahan bagi kehidupan rohaniah antara pengalaman batin dengan arti hidup dan mencari kausa prima adalah dasar perilakunya.
Keenam nilai diatas merupakan suatu profil manusia yang dimiliki oleh seorang individu dan nilai tersebut akan  memberi cirri atau karakteristik tertentu pada kepribadian individu yang berbeda dengan individu lainnya.

  1. D.   Penilaian kepribadian secara subjektif dan objektif
Tujuan penilaian kepribadian adalah untuk memenuhi sejumlah kebutuhan praktis masyarakat dalam melakukan seleksi kepribadian untuk berbagai kepentingan.

  1. 1.      Teknik proyektif
Teknik proyektif menurut Atkinson dkk ( 1998 : 299 ) merupakan suatu teknik yang

  1. b.      Tes Rorschach
Latar Belakang Teknik Rorschach
Pertama kali teknik ini dipublikasikan resmi tahun 1921 oleh Hermann Rorschach (psikiater Swiss) dalam monografnya Psychodiagnostik.
Dalam monografnya ini ia mengemukakan bercak tinta yang terpilih, temuan diagnostiknya, dan landasan teori dari temuannya.
Cara membuat bercak tinta tersebut:
Tinta ditumpahkan di sehelai kertas, lalu kertas dilipat, tinta kemudian menyebar di kertas. Tidak semua figur dapat digunakan, hanya yang memenuhi kondisi tertentu yang dapat dipakai. Pertama, bentuknya harus relatif simpel, yang kompleks malah menyulitkan komputasi faktor-faktornya. Selanjutnya, bercak tersebut tidak boleh sugestif. Setiap figur yang memenuhi persyaratan, harus diujicobakan sebelum digunakan sebagai alat tes.

  1. c.       Tes melengkapi gambar
Tes ini merupakan asesmen ( pengukuran ) kepribadian yang dikembangkan oleh ehrig wartegg dan marian kinget dengan menggunakan gambar-gambar  yang menjadi sarana tes. Sarana ini berisi sejumlah elemen grafis kecil yang berfungsi sebagai suatu seri tema-tema formal yang harus dikembangkan dan diselesaikan oleh subyek-subyek menurut cara subyek sendiri. Selanjutnya gambar-gambar yang dihasilkan oleh subyek dengan cara tersebut kemudian dianalisis sesuai dengan sejumlah criteria, bentuk, dan isi.

  1. Thematic Apperception Test (TAT)
    TAT adalah yang dikenal sebagai teknik interpretasi gambar karena menggunakan rangkaian standar provokatif berupa gambar yang ambigu dan subjek yang harus menceritakan sebuah cerita dari gambar yang tertera. Subjek diminta untuk mengatakan sebagai sebuah cerita yang dramatis.

  1. 2.      Tes objektif
Tes objektif menurut Samuel ( 1981 ) merupakan salah satu teknik asesmen ( pengukuran ) kepribadian dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang terstruktur dan dapat di skor secara objektif. Syarat mutlak dari pengukuran kepribadian secara objektif ini adalah keterandalan ( reliability ) dan keabsahan ( validity ).

Beberapa bentuk penilaian kepribadian yang bersifat objektif antara lain :
  1. a.      Inventory kepribadian
Inventory kepribadian adalah kuesioner dimana individu melaporkan reaksi atau perasaannya dalam situasi tertentu. Kuisioner ini mirip dengan wawancara terstruktur yang memberikan pertanyaan yang sama pada setiap orang dan jawabannya biasanya mudah untuk dinilai.

1)      MMPI (Minnesota Multifase Personality Inventory)
MMPI (Minnesota Multifase Personality Inventory) diterbitkan pada tahun 1940 dan versi revisi kedua MMPI-2 diterbitkan pada tahun 1989. MMPI adalah tes psikometri yang paling banyak digunakan untuk mengukur psikopatologi dewasa di dunia. MMPI-2 digunakan untuk mengukur kesehatan mental, medikal dan dan preposisi pekerjaan.
Tes MMPI adalah sebuah alat tes inventori yang berisi banyak pertanyaan dengan option ya dan tidak, tujuannya adalah untuk mengetahui kepribadian seseorang, terutama gangguan-gangguan psikologis yang ada di dalam diri seseorang, seperti gangguan anti sosial, gangguan seksual, gangguan depresi, kehohongan, Dan sebagainya.
Perancang MMPI adalah R. Starke Hathaway , PhD, dan JC McKinley , MD. MMPImerupakan hak cipta dari University of Minnesota. MMPI dikembangkan pada tahun 1930 di Universitas Minnesota sebagai tes kepribadian yang komprehensif dan serius yang dapat digunakan untuk mendeteksi masalah kejiwaan. Direvisi pada tahun 1989 sebagai MMPI-2 dan versi untuk remaja dikembangkan (MMPI-A). Ada juga versi singkat (MMPI-3).
2)      The Edwards Personal Preference Schedule (Epps)
The Edwards Personal Preference Schedule (Epps) adalah pilihan yang terpaksa, objektif, non-proyektif kepribadian persediaan , berasal dari teori HA Murray, yang mengukur rating individu dalam kebutuhan normal lima belas atau motif. Pada Epps terdapat sembilan laporan digunakan untuk skala masing-masing. Sosial keinginan peringkat telah dilakukan untuk setiap item, dan pemasangan item upaya untuk mencocokkan item desirabilitas sosial kira-kira sama.
b)     Q sort
Tekhnik penilaian kepribadian ini ditemukan oleh carl rogers dalam upaya melakukan penilaian fenomenalogis terhadap konsep individu. Merupakan salah satu jenis penilaian kepribadian dengan cara meminta orang yang mengenal, baik individu yang dinilai untuk menilai kepribadiannya di skala tertentu. Misalnya penilaian diminta untuk menialai keramahan seseorang dengan menggunakan skala 7 point mulai dari ‘ tidak pernah sama skali’ sampai ‘ sangat ramah’ sering kali skala itu memiliki table pada 2 ujungnya dengan sifat yang berlawanan, misalnya dominan patuh atau hati-hati ceroboh.

1 komentar: