Pendidikan ibarat elemen khusus yang
dibutuhkan oleh setiap manusia,tetapi masyarakat indonesia pada umumnya tidak
paham akan pentingnya pendidikan. Kata pendidikan seolah-olah menjadi momok
menakutkan bagi masyarakat, khususnya masyarakat kecil. seperti kita ketahui,
pendidikan di Indonesia ini sangat amat mahal, bandingkan dengan biaya
pendidikan di India dan Cina, disana pendidikan terjangkau bagi seluruh lapisan
masyarakat sehingga manfaatnya bisa mereka nikmati pada saat ini. sekitar 30 –
20 tahun yang lalu, Indonesia mengirimkan tenaga pengajar ke malaysia dan
banyak warga negara malaysia yang menimba ilmu di Indonesia, namun sekarang
berubah drastis 360 derajat, warga Indonesia yang menimba ilmu di negeri orang.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan
bangsa Indonesia ini, yang dimana pendidikan merupakan induk semang
kebudayaan,yang sangat pundamental sekali bagi kelangsungan masa depan bangsa
ini. Secara komprehensif, rendahnya cara pandang dan kualitas pendidikan di
Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, banyak sekali faktor-faktor yang
mempengaruhi baik internal maupun eksternal. Namun berdasarkan hemat saya,
terbelakangnya pendidikan di Indonesia diakibatkan kita belum terbebas dari
penjajahan, secara fisik , memang bangsa Indonesia sudah terlepas dari
penjajahan, namun penjajahan kali ini berganti modsel menjadi neo kolonialisme,
yang dimana ideologi serta pola pikir yang dikuasai oleh bangsa asing.
Seharusnya kita bercermin kepada
Cina dan India, yang dengan memajukan pendidikan bisa menuai hasil yang luar
biasa sehingga di krisis ekonomi global ini mereka bisa bertahan dari guncangan
yang sangat hebat, kita tidak perlu memcontoh kepada Amerika yang mengaku
sebagai negara adiday, negara super power, polisi dunia, negara ekonomi dunia
dll, namun akibat kurangnya kesadaran akan pendidikan, membuat tingkat pola
pikir masyarakat amerika menjadi hancur lebur berantakan amburadul, dengan
krisis kredit perumahan di amerika yang merupakan awwal mula krisis finansial
global, ini mencirikan bahwa kesadaran masyarakat ame rika akan perhitungan
untuk masa depan serta pola pikir yang kerdil membuat dirinya hancur sendiri.
Apabila kita mekesampingkan pendidikan ibarat bom waktu yang takkan lama lagi
meledak dan siap menghancurkan peradaban.
Walaupun sekarang pemerintah telah
meningkatkan anggaran pendidikan menjadi 20% dari RAPBN, namun pendidikan di
Indonesia belum menunjukkan taringnya secara relevan dan signifikan. Apakah
kurangnya dana dari pemerintah atau kurangnya kesadaran dari masyarakat
Indonesia itu sendiri, mungkin kita perlu menengok ke masa lalu, pada awal tahun
1900 hingga tahun 1990, pendidikan di Indonesia masih bisa kita banggakan, itu
terbukti pada saat ini, karena orang-orang yang mengendalikan serta mempunyai
kualitas pola pikir yang baik merupakan hasil pendidikan di masa lalu, yang
dimana di masa lalu sarana serta infrastruktur nya amat sangat minim sekali,
belum ada komputer, kalkulator pun menjadi barang yang mewah, buku-buku sumber
masih amat sedikit, dll, bandingkan dengan sekarang yang dimana generasi muda
pada saat ini di manja oleh berbagai macam teknologi serta sarana dan prasarana
yang mendukung, namun itu bukan menjadi jaminan yang absolut untuk membuktikan
bahwa kualitas serta pola pikir bangsa indonesia akan lebih baik. Sekarang
sudah saatnya bangsa Indonesia ini bangkit, kita jangan mau diperbudak oleh
bangsa lain serta menjadi sampah kebudayaan, walaupun pendidijan merupakan hal
yang tidak terlalu penting bagi sebagian masyarakat Indonesia, kita selaku
mahasiswa dan generasi penerus bangsa seharusnya ikut membantu pembangunan
bangsa.
Selaku mahasiswa hati saya teriris
melihat realita pendidkan di Indonesia, angka buta huruf yang masih sangat
tinggi serta rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidkan merupak salah satu
problem yang harus kita pecahkan bersama-sama. Salah satu bukti otentik yang dapat
kita saksikan adalah masih banyaknya suku-suku terbelakang di Indonesia, yang
seolah-olah itu dipelihara oleh pemerintah dan dijadikan sebagai aseet negara
untuk mendatangkan turis-turis asing yang merasa aneh melihat masih adanya
orang-orang seperti itu di Indonesia di tengah zaman yang serba modern ini.
Mudah-mudahan pemerintah segera
menindak lanjuti masalah pendidikan di Indonesia, agar supaya pandangan
masyarakat berubah, serta menyadari akan pentingnya pendidikan bagi
kelangsungan masa depan anak cucu kita.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar