Kata
Pengantar
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karuniaNya kita dapat menyelesaikan tugas makalah karya ilmiah ini dapat terselesaikian
tepat pada waktunya. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata
Psikologi Abnormal pada semester III tahun ajaran 2013.
Dengan judul makalah, “Bipolar Disorder”
Dalam
penyelesaian karya ilmiah ini , kami banyak mengalami kesulitan terutama
disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang, namun berkat bantuan
dan bimbingan berbagai pihak, akhirnya karya ilmiah ini dapat terselesaikan
dengan cukup baik. Karena itu sudah sepantasnya jika kami mengucapkan
terimakasih kepada :
1. Dosen
pengampu kami yaitu bapak dosen yang tidak lelah dan bosan untuk memberikan
arahan dan bimbingan kepada kami selaku mahasiswa.
2. Orang
Tua dan keluarga kami tercinta yang banyak memberikan motivasi dan dorongan serta
bantuan, baik secara moral, maupun do’a.
3. Narasumber
terpecaya
Kami
sadar sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan
karya ilmiah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan
karya ilmiah yang lebih baik lagi di waktu yang akan datang.
Harapan kami, semoga karya ilmiah
yang sederhana ini, dapat member pengetahuan tentang pentingya mengetahui
tentang masalah abnormal Bipolar Disorder
Semoga dapat bermanfaat bagi semua yang membaca, kami
ucapkan terimakasih.
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Psikologi abnormal salah satu kajian dalam ilmu psikologi yang
mempelajari gangguan kepribadian pada seseorang. Gangguan kepribadian ini
mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang dan membuatnya berpikir bahwa dia
adalah seseorang yang berbeda dari yang lain, karena dia tidak menikmati
kehidupan sosial yang normal pada umumnya.
Disini kami akan membahas mengenai gangguan abnormal yang
disebut Bipolar Disorder. Bipolar
disorder atau penyakit bipolar adalah jenis penyakit psikologi, yang
ditandai dengan perubahan mood/suasana hati yang sangat ekstrim. Suatu ketika
seorang penderita bipolar disorder, bisa merasa sangat antusias dan bersemangat
(mania). Namun lain waktu, ia bisa tiba-tiba menjadi sangat pesimis, putus asa,
bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi). Bagi pengidap
penyakit bipolar akut, dua mood yang bertolak belakang ini bahkan bisa dialami
secara bergantian setiap harinya.
Pada awalnya, penyakit ini sering tidak diakui oleh para
penderitanya karena hanya dianggap sebagai depresi biasa. Oleh karena itu,
diagnosis sejak dini sangatlah penting agar penyakit ini bisa ditindaklanjuti
dengan tepat dan tidak membahaykan si penderita maupun orang-orang di
sekitarnya. Bipolar disorder dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, seperti
kemampuan di berbagai bidang, gangguan besar bagi kesehatan, hubungan sosial,
dan gaya hidup seseorang. Oleh sebab itu, penyakit ini memerlukan penanganan
secara serius agar penderitanya dapat menjalani hidup dengan normal.
B. Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
sejarah bipolar disorder?
2.
Apa
pengertian bipolar disorder?
3.
Faktor
apa saja penyebab bipolar disorder?
4.
Episode
apa saja yang menandai bipolar disorder?
5.
Bagaimana
cara pengobatan bipolar disorder?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui
sejarah tentang bipolar disorder
2.
Dapat
memahami pengertian bipolar disorder
3.
Memahami
faktor penyebab bipolar disorder
4.
Dapat
mengetahui episode yang menandai bipolar disorder
5.
Menegerti
cara pengobatan bipolar disorder
D. Manfaat
1.
Mengetahui
bahayanya penyakit psikologi tentang bipolar disorder
2.
Dapat
melakukan pencegahan sejak dini agar terjauh dari bipolar disorder
3.
Mengerti
cara pengobatan bipolar disorder
4.
Menambah
pengetahuan mengenai gangguan abnormal terutama gangguan bipolar disorder
BAB
II
ISI
1.
Bagaimana
sejarah Bipolar Disorder?
Sebelumnya, pada abad ke-2, ‘mania’ dan ‘melankoli’ dianggap
sebagai gejala dua penyakit yang berbeda. Soranus, seorang dokter dari Yunani
mendukung pandangan ini. Hanya setelah penelitan yang dilakukan oleh penulis
Cina, bahwa gangguan bipolar dianggap sebagai penyakit yang terpisah. Gao Lian,
seorang penulis ensiklopedia telah menulis tentang penyakit ini dalam bukunya,
(Eight Treatises on the Nurturing of Life) Delapan Risalah atas Pemeliharaan
Kehidupan.
Sebagian besar informasi yang tersedia mengenai manik
depresi sampai hari ini, berasal dari karya Aretaeus, Dokter Yunani, yang hidup
antara tahun 30 dan 150 Masehi, di kota Alexandria. Dia telah banyak memberikan
kontribusi kepada studi penelitian terkait manik depresi sebagai konsep
terpadu. Menurut Aretaeus, penyebab utama di balik gangguan bipolar adalah
‘empedu hitam’.Ibnu Sina (Avicenna) dari Persia membedakan gangguan bipolar
dari gangguan mental lainnya seperti skizofrenia dan mania.
2.
Apa
pengertian Bipolar Disorder?
Bipolar disorder adalah jenis penyakit psikologi, ditandai dengan perubahan mood (alam perasaan) yang sangat ekstrim, yaitu
berupa depresi dan mania. Pengambilan istilah bipolar
disorder mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara
tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania)
dan kesedihan (depresi) yang ekstrim.Setiap orang pada umumnya
pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk
(mood low). Akan tetapi , seseorang yang menderita bipolar disorder memiliki mood
swings yang ekstrim yaitu pola perasaan yang mudah berubah secara drastis.
Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan
bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat
depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri
(depresi).
3.
Faktor
apa saja penyebab Bipolar Disorder?
Faktor penyebab penyakit Bipolar Disorder ini sendiri,
menurut Institut Nasional Kesehatan Mental Amerika Serikat (USA government's
National Institute of Mental Health) atau NIMH disebabkan oleh berbagai macam
faktor, baik itu intern maupun ekstern. Faktor intern yang memicu penyakit ini
adalah faktor gen. Ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa bipolar disorder
sangat terkait dengan umur ayah dari pasien. Semakin tua seorang ayah ketika istrinya
mengandung maka anak yang lahir nantinya semakin berisiko untuk mengalami
bipolar disorder. Hal ini terkait dengan kemungkinan terjadinya mutasi pada
gen yang mengatur perkembangan kelainan
saraf akibat pembentukan sel sperma terus menerus sehingga menyebabkan kelainan
pada DNA. Hal ini dibuktikan dengan suatu studi yang menemukan bahwa seseorang
yang memiliki ayah dengan umur 55 tahun ke atas berisiko 37 kali lebih besar
daripada mereka yang memiliki ayah sekitar umur 20 hingga 24 tahun. Secara genetika
pun, ditemukan seorang dengan bipolar disorder memang memiliki riwayat keluarga
dengan kelainan yang sama pada beberapa generasi. Studi pada kembar identik
menunjukkan bahwa kelainan ini memiliki kemungkinan 40-80 persen dimiliki oleh
pasangan kembarnya. Hal ini berbeda dengan kembar tidak identik yang hanya
memiliki kemungkinan berkisar 10-20 persen.
Dugaan penyebab lain seperti trauma masa kecil, dan stress
berkepanjangan. Kelainan ini biasanya dimulai pada akhir usia remaja atau
menjelang masa dewasa (sekitar umur 20 tahun). Pada laki-laki, gejala yang
pertama kali muncul adalah mania sebagai episode awal dari kelainan ini. Pada
wanita terjadi sebaliknya, terjadi gejala depresi yang cukup berat. Rata-rata
perubahan antara episode mania dan depresi ini terjadi sebanyak empat kali
dalam kurun waktu sepuluh tahun, dengan memiliki masa antara yang
"normal". Terdapat 5-15 persen kasus dimana perubahan episode
tersebut terjadi dalam kurun waktu setahun tanpa ada fase normal.Sedangkan
faktor ekstern disini adalah lingkungan. Selain faktor gen (yang merupakan
faktor utama penyakit ini) Lingkungan juga berpengaruh besar akan timbulnya
penyakit ini. Yang melibatkan hubungan antar perseorangan atau
peristiwa-peristiwa.
Norepinephrin, dopamine, dan serotonin adalah beberapa jenis
neurotransmitter yang penting dalam penghantaran impuls syaraf. Pada penderita
bipolar disorder, cairan-cairan kimia tersebut berada dalam keadaan yang tidak
seimbang. Sebagai contoh, suatu ketika seorang pengidap bipolar disorder dengan
kadar dopamine yang tinggi dalam otaknya akan merasa sangat bersemangat,
agresif, dan percaya diri. Keadaan inilah yang disebut fase maniak. Sebaliknya
dengan fase depresi. Fase ini terjadi ketika kadar cairan kimia utama otak itu
menurun di bawah normal, sehingga penderita merasa tidak bersemangat, pesimis,
dan bahkan keinginan untuk bunuh diri yang besar.
4.
Episode
apa saja yang menandai Bipolar Disorder?
Ada empat episode
yang menandai penyakit Bipolar Disorder ini, yaitu episode depresi, mania, hipomania,
dan campuran.
a) Episode
Depresi
Gejala-gejala dari tahap depresi
bipolar disorder adalah sebagai berikut:
·
Kesedihan dan menangis secara umum.
·
Mengalami kesulitan tidur (insomnia) atau
terlalu banyak tidur (hypersomnolence).
·
Kehilangan nafsu makan dan penurunan
berat badan atau sebaliknya.
·
Menarik diri dari pergaulan, hilangnya rasa
percaya diri.
·
Kehilangan rasa suka terhadap hal-hal yang
menyenangkan saat penderita dalam kondisi normal.
·
Merasa pesimis, putus asa, tidak ada
yang bersedia membantu, tidak bernilai atau berharga. dan tidak diinginkan.
·
Terjadi komplikasi pada organ
lainnya yang disebabkan oleh sugesti yang buruk terhadap kesehatannya.
·
Memiliki respon yang lambat saat
berbicara, kesulitan untuk berkonsentrasi, selalu berpikiran yang tidak jelas,
dan bingung.
·
Pekerjaan dan hubungan interpersonal
terganggu
·
Merasa tidak berdaya dan benar-benar
berpikir tentang cara membunuh dirinya sendiri.
Hampir semua penderita bipolar disorder mempunyai pikiran
tentang bunuh diri dan 30% diantaranya berusaha untuk merealisasikan niat
tersebut dengan berbagai cara.
b) Episode Mania
Gejala-gejala dari tahap mania
bipolar disorder adalah sebagai berikut:
·
Merasa sangat bersemangat, penuh
energi, dan siap untuk apapun.
·
Berperilaku agresif, intoleran,
terkadang membosankan, cepat marah, tidak sabaran, serta perilaku ugal-ugalan.
·
Penurunan kebutuhan untuk tidur
karena selalu aktif beraktifitas.
·
Memiliki rencana yang realistis,
suka berlibur dan bersenang-senang, serta peningkatan hubungan seksual.
·
Kepercayaan diri yang meningkat,
tidak takut pada apapun.
·
Suka berbicara dengan cepat dan
melompat dari subyek yang satu ke subyek yang lain.
·
Keputusan tentang bisnis dan
keuangan dilakukan dengan terburu-buru tanpa memperhatikan akibatnya.
·
Memilih pakaian dan make up yang
mendukung suasananya hatinya yang ceria.
·
Hubungan sosial dan pekerjaan
terganggu.
·
Meminta anggota keluarga maupun
orang lain untuk memperhatikannya dan merasa tidak memerlukan orang lain.
·
Mengalami gejala psychotic yaitu
delusion (kepercayaan palsu) dan hallucination (melihat atau mendengar sesuatu
yang tidak nyata).
·
Muncul banyak ide dan gagasan yang
berlebihandan terkesan muluk-muluk.
c) Episode
Hipomania
Tahap Hipomania mirip dengan mania. Perbedaanya adalah,
penderita pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal
serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania sulit untuk di diagnosis
karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama
seperti mania.
Gejala-gejala
dari tahap hipomania bipolar disorder dalah sebagai berikut:
·
Bersemangat dan penuh energi, muncul
kretivitas
·
Bersifat optimis, selalu tampak
gembira, lebih aktif, dan cepat marah
·
Penurunan kebutuhan untuk tidur
d) Episode Campuran (Mixed State Episode)
Dalam konteks bipolar disorder, mixed state adalah suatu
kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu,
penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur,
muncul ide-ide yang berlalu-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan
tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya.
Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap
lingkungan sekitarnya.
Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan
melakukan bunuh diri antara lain sbb:
·
. Selalu berbicara tentang kematian
dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
·
Memiliki pandangan pribadi tentang
kematian.
·
Mengkonsumsi obat-obatan secara
berlebihan dan alkohol.
·
Terkadang lupa akan hutang atau
tagihan seperti; tagihan listrik, telepon, dll.
5.
Bagaimana
cara pengobatan Bipolar Disorder?
Penyakit bipolar dapat dirawat
dengan kombinasi dari terapi psikologis dan obat. Tahap pertama dari setiap
orang yang mengidap penyakit ini adalah diagnosa dari psikiater sebelum terapi atau obat diberikan. Lithium (Eskalith,
Lithobid) adalah obat yang paling umum diresepkan untuk orang-orang dengan
penyakit bipolar. Pasien juga dapat diobati dengan obat antipsikotik terutama
untuk episode mania. Self-help untuk bipolar disorder
o
Dapatkan pendidikan tentang cara
mengatasi gangguan.
·
Pelajari sebanyak yang Anda bisa
tentang bipolar. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik Anda akan berada dalam
membantu pemulihan Anda sendiri.
o
Jauhkan stress.
·
Hindari stres tinggi dengan menjaga
situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik
relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.
o
Mencari dukungan
·
Sangat penting untuk memiliki orang
yang dapat Anda berpaling untuk meminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung
dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.
o
Buatlah pilihan yang sehat.
·
Sehat tidur, makan, dan berolahraga
kebiasaan dapat membantu menstabilkan suasana hati Anda. Menjaga jadwal tidur
yang teratur sangat penting.
o
Monitor suasana hati Anda.
·
Melacak gejala Anda dan perhatikan
tanda-tanda bahwa suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga Anda dapat
menghentikan masalah sebelum dimulai.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bipolar Disorder merupakan sebuah gangguan kejiwaan di mana para
penderitanya mengalami perubahan emosi yang ekstrim dari perasaan sangat bahagia
(manic) ke perasaan sangat sedih (depression).
Sebelumnya gangguan ini dalam istilah psikologis dikenal sebagai manic–depressive
disorder. Penyakit bipolar ini dapat menyebabkan kematian terhadap
penderitanya, bipolar disorder dapat disembuhkan dengan beberapa cara, baik
dari pasian sendiri, terapi ataupun dokter.
B.
Saran
Untuk penyakit Bipolar Disorder, selain terapi yang
diberikan dalam bentuk pengobatan oleh dokter, pengobatan dapat pula berupa
edukasi dan pembentukan pengetahuan serta sikap yang seharusnya. Target
penanganannya pun tidak hanya melibatkan pasien, tetapi dapat pula ditekankan
pada keluarga serta kerabat dekat dari pasien sebagai upaya memperkuat dukungan
social bagi kesembuhan pasien. Tindakan tindakan tersebut terbukti efektif untuk
mengurangi depresi, kekambuhan, dan emosi berlebihan yang menjadi ciri khas
bipolar disorder.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar