Selasa, 26 November 2013



Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karuniaNya kita dapat menyelesaikan tugas makalah karya ilmiah ini dapat terselesaikian tepat pada waktunya. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata Psikologi Abnormal pada semester III tahun ajaran 2013. Dengan judul makalah, “Bipolar Disorder”
Dalam penyelesaian karya ilmiah ini , kami banyak mengalami kesulitan terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang, namun berkat bantuan dan bimbingan berbagai pihak, akhirnya karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Karena itu sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terimakasih kepada :
1.      Dosen pengampu kami yaitu bapak dosen yang tidak lelah dan bosan untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada kami selaku mahasiswa.
2.      Orang Tua dan keluarga kami tercinta yang banyak memberikan motivasi dan dorongan serta bantuan, baik secara moral, maupun do’a.
3.      Narasumber terpecaya
Kami sadar sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan karya ilmiah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan karya ilmiah yang lebih baik lagi di waktu yang akan datang.
Harapan kami, semoga karya ilmiah yang sederhana ini, dapat member pengetahuan tentang pentingya mengetahui tentang masalah abnormal Bipolar Disorder
Semoga dapat bermanfaat bagi semua yang membaca, kami ucapkan terimakasih.


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Psikologi abnormal salah satu kajian dalam ilmu psikologi yang mempelajari  gangguan kepribadian pada seseorang. Gangguan kepribadian ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang dan membuatnya berpikir bahwa dia adalah seseorang yang berbeda dari yang lain, karena dia tidak menikmati kehidupan sosial yang normal pada umumnya.
Disini kami akan membahas mengenai gangguan abnormal yang disebut Bipolar Disorder.  Bipolar disorder atau penyakit bipolar adalah jenis penyakit psikologi, yang ditandai dengan perubahan mood/suasana hati yang sangat ekstrim. Suatu ketika seorang penderita bipolar disorder, bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun lain waktu, ia bisa tiba-tiba menjadi sangat pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi). Bagi pengidap penyakit bipolar akut, dua mood yang bertolak belakang ini bahkan bisa dialami secara bergantian setiap harinya.
Pada awalnya, penyakit ini sering tidak diakui oleh para penderitanya karena hanya dianggap sebagai depresi biasa. Oleh karena itu, diagnosis sejak dini sangatlah penting agar penyakit ini bisa ditindaklanjuti dengan tepat dan tidak membahaykan si penderita maupun orang-orang di sekitarnya. Bipolar disorder dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, seperti kemampuan di berbagai bidang, gangguan besar bagi kesehatan, hubungan sosial, dan gaya hidup seseorang. Oleh sebab itu, penyakit ini memerlukan penanganan secara serius agar penderitanya dapat menjalani hidup dengan normal.










B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah bipolar disorder?
2.      Apa pengertian bipolar disorder?
3.      Faktor apa saja penyebab bipolar disorder?
4.      Episode apa saja yang menandai bipolar disorder?
5.      Bagaimana cara pengobatan bipolar disorder?

C.     Tujuan
1.      Mengetahui sejarah tentang bipolar disorder
2.      Dapat memahami pengertian bipolar disorder
3.      Memahami faktor penyebab bipolar disorder
4.      Dapat mengetahui episode yang menandai bipolar disorder
5.      Menegerti cara pengobatan bipolar disorder

D.     Manfaat
1.      Mengetahui bahayanya penyakit psikologi tentang bipolar disorder
2.      Dapat melakukan pencegahan sejak dini agar terjauh dari bipolar disorder
3.      Mengerti cara pengobatan bipolar disorder
4.      Menambah pengetahuan mengenai gangguan abnormal terutama gangguan bipolar disorder











BAB II
ISI
1.      Bagaimana sejarah Bipolar Disorder?
Sebelumnya, pada abad ke-2, ‘mania’ dan ‘melankoli’ dianggap sebagai gejala dua penyakit yang berbeda. Soranus, seorang dokter dari Yunani mendukung pandangan ini. Hanya setelah penelitan yang dilakukan oleh penulis Cina, bahwa gangguan bipolar dianggap sebagai penyakit yang terpisah. Gao Lian, seorang penulis ensiklopedia telah menulis tentang penyakit ini dalam bukunya, (Eight Treatises on the Nurturing of Life) Delapan Risalah atas Pemeliharaan Kehidupan.
Sebagian besar informasi yang tersedia mengenai manik depresi sampai hari ini, berasal dari karya Aretaeus, Dokter Yunani, yang hidup antara tahun 30 dan 150 Masehi, di kota Alexandria. Dia telah banyak memberikan kontribusi kepada studi penelitian terkait manik depresi sebagai konsep terpadu. Menurut Aretaeus, penyebab utama di balik gangguan bipolar adalah ‘empedu hitam’.Ibnu Sina (Avicenna) dari Persia membedakan gangguan bipolar dari gangguan mental lainnya seperti skizofrenia dan mania.
2.      Apa pengertian Bipolar Disorder?
Bipolar disorder adalah jenis penyakit psikologi, ditandai dengan perubahan mood (alam perasaan) yang sangat ekstrim, yaitu berupa depresi dan mania. Pengambilan istilah bipolar disorder mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrim.Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi , seseorang yang menderita bipolar disorder memiliki mood swings yang ekstrim yaitu pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi).

3.      Faktor apa saja penyebab Bipolar Disorder?
Faktor penyebab penyakit Bipolar Disorder ini sendiri, menurut Institut Nasional Kesehatan Mental Amerika Serikat (USA government's National Institute of Mental Health) atau NIMH disebabkan oleh berbagai macam faktor, baik itu intern maupun ekstern. Faktor intern yang memicu penyakit ini adalah faktor gen. Ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa bipolar disorder sangat terkait dengan umur ayah dari pasien. Semakin tua seorang ayah ketika istrinya mengandung maka anak yang lahir nantinya semakin berisiko untuk mengalami bipolar disorder. Hal ini terkait dengan kemungkinan terjadinya mutasi pada gen  yang mengatur perkembangan kelainan saraf akibat pembentukan sel sperma terus menerus sehingga menyebabkan kelainan pada DNA. Hal ini dibuktikan dengan suatu studi yang menemukan bahwa seseorang yang memiliki ayah dengan umur 55 tahun ke atas berisiko 37 kali lebih besar daripada mereka yang memiliki ayah sekitar umur 20 hingga 24 tahun. Secara genetika pun, ditemukan seorang dengan bipolar disorder memang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan yang sama pada beberapa generasi. Studi pada kembar identik menunjukkan bahwa kelainan ini memiliki kemungkinan 40-80 persen dimiliki oleh pasangan kembarnya. Hal ini berbeda dengan kembar tidak identik yang hanya memiliki kemungkinan berkisar 10-20 persen.
Dugaan penyebab lain seperti trauma masa kecil, dan stress berkepanjangan. Kelainan ini biasanya dimulai pada akhir usia remaja atau menjelang masa dewasa (sekitar umur 20 tahun). Pada laki-laki, gejala yang pertama kali muncul adalah mania sebagai episode awal dari kelainan ini. Pada wanita terjadi sebaliknya, terjadi gejala depresi yang cukup berat. Rata-rata perubahan antara episode mania dan depresi ini terjadi sebanyak empat kali dalam kurun waktu sepuluh tahun, dengan memiliki masa antara yang "normal". Terdapat 5-15 persen kasus dimana perubahan episode tersebut terjadi dalam kurun waktu setahun tanpa ada fase normal.Sedangkan faktor ekstern disini adalah lingkungan. Selain faktor gen (yang merupakan faktor utama penyakit ini) Lingkungan juga berpengaruh besar akan timbulnya penyakit ini. Yang melibatkan hubungan antar perseorangan atau peristiwa-peristiwa.
Norepinephrin, dopamine, dan serotonin adalah beberapa jenis neurotransmitter yang penting dalam penghantaran impuls syaraf. Pada penderita bipolar disorder, cairan-cairan kimia tersebut berada dalam keadaan yang tidak seimbang. Sebagai contoh, suatu ketika seorang pengidap bipolar disorder dengan kadar dopamine yang tinggi dalam otaknya akan merasa sangat bersemangat, agresif, dan percaya diri. Keadaan inilah yang disebut fase maniak. Sebaliknya dengan fase depresi. Fase ini terjadi ketika kadar cairan kimia utama otak itu menurun di bawah normal, sehingga penderita merasa tidak bersemangat, pesimis, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri yang besar.
4.      Episode apa saja yang menandai Bipolar Disorder?
Ada empat episode yang menandai penyakit Bipolar Disorder ini, yaitu episode depresi, mania, hipomania, dan campuran.
a)      Episode Depresi
Gejala-gejala dari tahap depresi bipolar disorder adalah sebagai berikut:
·         Kesedihan dan menangis secara umum.
·          Mengalami kesulitan tidur (insomnia) atau terlalu banyak tidur (hypersomnolence).
·         Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan atau sebaliknya.
·          Menarik diri dari pergaulan, hilangnya rasa percaya diri.
·          Kehilangan rasa suka terhadap hal-hal yang menyenangkan saat penderita dalam kondisi normal.
·         Merasa pesimis, putus asa, tidak ada yang bersedia membantu, tidak bernilai atau berharga. dan tidak diinginkan.
·         Terjadi komplikasi pada organ lainnya yang disebabkan oleh sugesti yang buruk terhadap kesehatannya.
·         Memiliki respon yang lambat saat berbicara, kesulitan untuk berkonsentrasi, selalu berpikiran yang tidak jelas, dan bingung.
·         Pekerjaan dan hubungan interpersonal terganggu
·         Merasa tidak berdaya dan benar-benar berpikir tentang cara membunuh dirinya sendiri.
Hampir semua penderita bipolar disorder mempunyai pikiran tentang bunuh diri dan 30% diantaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara.
b)      Episode Mania
Gejala-gejala dari tahap mania bipolar disorder adalah sebagai berikut:
·         Merasa sangat bersemangat, penuh energi, dan siap untuk apapun.
·         Berperilaku agresif, intoleran, terkadang membosankan, cepat marah, tidak sabaran, serta perilaku ugal-ugalan.
·         Penurunan kebutuhan untuk tidur karena selalu aktif beraktifitas.
·         Memiliki rencana yang realistis, suka berlibur dan bersenang-senang, serta peningkatan hubungan seksual.
·         Kepercayaan diri yang meningkat, tidak takut pada apapun.
·         Suka berbicara dengan cepat dan melompat dari subyek yang satu ke subyek yang lain.
·         Keputusan tentang bisnis dan keuangan dilakukan dengan terburu-buru tanpa memperhatikan akibatnya.
·         Memilih pakaian dan make up yang mendukung suasananya hatinya yang ceria.
·         Hubungan sosial dan pekerjaan terganggu.
·         Meminta anggota keluarga maupun orang lain untuk memperhatikannya dan merasa tidak memerlukan orang lain.
·         Mengalami gejala psychotic yaitu delusion (kepercayaan palsu) dan hallucination (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata).
·         Muncul banyak ide dan gagasan yang berlebihandan terkesan muluk-muluk.


c)      Episode Hipomania
Tahap Hipomania mirip dengan mania. Perbedaanya adalah, penderita pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania sulit untuk di diagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama seperti mania.
Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder dalah sebagai berikut:

·         Bersemangat dan penuh energi, muncul kretivitas
·         Bersifat optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah
·         Penurunan kebutuhan untuk tidur
d)      Episode Campuran (Mixed State Episode)
Dalam konteks bipolar disorder, mixed state adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlalu-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya.
Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sbb:
·         . Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
·         Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.
·         Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.
·         Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon, dll.

5.      Bagaimana cara pengobatan Bipolar Disorder?
Penyakit bipolar dapat dirawat dengan kombinasi dari terapi psikologis dan obat. Tahap pertama dari setiap orang yang mengidap penyakit ini adalah diagnosa dari psikiater  sebelum terapi atau obat diberikan. Lithium (Eskalith, Lithobid) adalah obat yang paling umum diresepkan untuk orang-orang dengan penyakit bipolar. Pasien juga dapat diobati dengan obat antipsikotik terutama untuk episode mania. Self-help untuk bipolar disorder
o   Dapatkan pendidikan tentang cara mengatasi gangguan.
·         Pelajari sebanyak yang Anda bisa tentang bipolar. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik Anda akan berada dalam membantu pemulihan Anda sendiri.
o   Jauhkan stress.
·         Hindari stres tinggi dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.
o   Mencari dukungan
·         Sangat penting untuk memiliki orang yang dapat Anda berpaling untuk meminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.
o   Buatlah pilihan yang sehat.
·         Sehat tidur, makan, dan berolahraga kebiasaan dapat membantu menstabilkan suasana hati Anda. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting.
o   Monitor suasana hati Anda.
·         Melacak gejala Anda dan perhatikan tanda-tanda bahwa suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga Anda dapat menghentikan masalah sebelum dimulai.
BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Bipolar Disorder merupakan  sebuah gangguan kejiwaan di mana para penderitanya mengalami perubahan emosi yang ekstrim dari perasaan sangat bahagia (manic) ke perasaan sangat sedih (depression). Sebelumnya gangguan ini dalam istilah psikologis dikenal sebagai manic–depressive disorder. Penyakit bipolar ini dapat menyebabkan kematian terhadap penderitanya, bipolar disorder dapat disembuhkan dengan beberapa cara, baik dari pasian sendiri, terapi ataupun dokter.
B.     Saran
Untuk penyakit Bipolar Disorder, selain terapi yang diberikan dalam bentuk pengobatan oleh dokter, pengobatan dapat pula berupa edukasi dan pembentukan pengetahuan serta sikap yang seharusnya. Target penanganannya pun tidak hanya melibatkan pasien, tetapi dapat pula ditekankan pada keluarga serta kerabat dekat dari pasien sebagai upaya memperkuat dukungan social bagi kesembuhan pasien. Tindakan tindakan tersebut terbukti efektif untuk mengurangi depresi, kekambuhan, dan emosi berlebihan yang menjadi ciri khas bipolar disorder.












 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar