BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Sosiometri
Sosiometri adalah suatu metode untuk mengumpulkan data
tentang pola dan struktur hubungan antara individu-individu dalam kelompok.
Metode ini mula-mula dikembangkan oleh Moreno
an Jenning. Metode ini didasarkan atas postulat-postulat bahwa kelompok
mempunyai struktur yang terdiri dari hubungan-hubungan interpersonal yang
kompleks. Hubungan-hubungan ini dapat diukur secara kuantitatif maupun secara
kualitatif. Posisi tiap-tiap individu dalam struktur kelompoknya dan hubungannya
yang wajar dengan individu yang lain dapat diukur dengan metode ini. ( Wayan
Nur Kencana, 1993 )
Sosiometri adalah suatu metode pengumpulan serta analisis
data mengenai pilihan, komunikasi, dan pola interaksi antar-individu dalam
kelompok. Dapat dikatakan bahwa sosiometri adalah kajian dan pengukuran pilihan
sosial. Sosiometri disebut pula sebagai sarana untuk mengkaji “tarikan”
(attraction) dan tolakan (repulsion) anggota-anggota suatu kelompok. ( Hotman
M. Siahaan, 2005).
Seseorang diminta untuk memilih satu orang lain atau lebih
berdasarkan criteria yang tlah disediakan oleh peneliti: “Denan siapakah anda
bekerja?” “Dengan sispakah anda bermain?” Kemudian orang itu membuat
pilihan-satu, dua, tiga pilihan atau lebih-diantara anggota kelompok (biasanya)
atau anggota-anggota kelompok lain.
Pilihan sosiometri hendaknya dipahami secara agak lebih luas.
Ia tidak hanya berarti pilihan “antara orang-orang”, melainkan dapat pula
“pilihan kelompok-kelompok minoritas”. Pilihan-pilihan tersebut tergantung pada
instruksi serta pelayanan yang diberikan kepada individu.
Metode sosiometri memegang peranan yang penting dalam pengukuran
hubungan sosial. Dengan sendirinya, setiap hubungan antara individu dengan
individu lainnya, kita batasi dalam hubungan tertentu seperti hubungan dalam
kelas atau dalam kelompok-kelompok kegiatan lainnya.
2.
Manfaat sosiometri
Kegunaan dari sosiometri secara garis besar adalah sebagai
berikut :
1.
Untuk memperbaiki struktur hubungan sosial para siswa
di dalam kelasnya.
2.
Memperbaiki penyesuaian hubungan sosial siswa secara
individual.
3.
Mempelajari akibat-akibat praktik-praktik sekolah
terhadap hubungan sosial di kalangan siswa.
4.
Mempelajari mutu kepemimpinan dalam stuasi yang
bermacam-macam.
5.
Menemukan norma-norma pergaulan antarsiswa yang
diinginkan dalam kelompok / kelas bersangkutan.
3.
Macam-macam Sosiometri
Metode sosiometri ini mencoba untuk menemukan individu dalam
situasi di mana mereka secara spontan mengungkapkan hubungannya. Sosiomerti
dibedakan menjadi tiga tipe yaitu :
1.
Tipe Nominatif ( nomination )
2.
Tipe Skala Bertingkat ( Rating scale )
3.
Tipe Siapa Dia ( who’s they )
Berikut
ini akan dibicarakan secara berturut-turut masing-masing tipe tersebut.
1.
Sosiometri Tipe Nominatif
Dalam tipe ini setiap individu dalam kelompok ditanyai,
siapa-siapa kawan yang disenangi / tidak disenangi untuk diajak melakukan suatu
aktivitas tertentu atau siapa kawannya dalam suatu pola hubungan tertentu.
Pilihan itu harus ditulis berurutan dari pilihan pertama ( paling disenangi ),
pilihan kedua dan seterusnya.
Contoh-contoh pertanyaan untuk sosiometri tipe nominatif
antara lain sebagai berikut :
1.
Dengan siapakah anda ingin duduk dalam satu bangku ?
2.
Dengan siapa anda senang bermain ?
3.
Siapakah kawan yang terbaik ?
4.
Dengan siapakah anda senang bekerjasama ?
5.
Apabila anda mendapatkan kesulitan-kesulitan, kepada siapakah anda
biasanya meminta pertolongan ?
6.
Apabila kelas anda akan melakukan kerja kelompok, dengan siapakah anda senang
berkelompok ?
Jawaban- jawaban dari pertanyaan
tersebut kita susun dalam suatu tabel. Dalam tabel yang disusun, akan dapat
kita ketahui dua hal, yaitu : pertama akan dapat diketahui luas tidaknya
hubungan sosial seseorang berdasarkan banyak sedikitnya ia mendapat pilihan
dari teman-temannya. Kedua, dapat diketahui intensitas hubungan seseorang
berdasarkan nomor pilihan yang ditujukan kepadanya.
Nama-nama
pemilih ditulis di tepi sebelah kiri berturut-turut dari atas ke bawah,
sedangkan nama-nama yang dipilih ditulis di sebewlah atas dari kiri ke kanan.
Siswa putra dan putri sebaiknya disusun secara terpisah untuk memudahkan
analisis apakah ada perpecahan antara siswa putra dan putri. Pilihan pertama
kita beri skor 3, pilihan kedua kita beri skor 2, dan pilihan ketiga kita beri
skor 1.
Untuk mencari
intensitas hubungan siswa digunakan rumus :
Int = S
P
Keterangan:
Int = intensitas
S = skor
P = pilihan
Makin tinggi
intensitasnya, berarti makin baik intensitas hubungan seseorang.
Dengan hanya memperhatikan tabulasi
arah arah pilih saja, kita belum dapat mengetahui struktur hubungan para siswa
secara jelas. Untuk mengetahui struktur hubungan para siswa secara jelas, perlu
dibuatkan gambaran tentang srtuktur hubungan tersebut. Gambaran tentang pola
atau struktur hubungan suatu kelompok disebut sosiogram.
Sosiogram
dapat menunjukkan ada tidaknya grup-grup kecil atau klik di dalam suatu grup.
Klik dalam satu grup dapat dibedakan atas klik terbuka dan klik tertutup.
Dikatakan klik terbuka apabila ada di antara anggota klik tersebut yang
menunjukkan pilihannya keluar dari anggota kliknya. Dikatakan klik tertutup
apabila anggota klik tersebut hanya memilih anggota kliknya sendiri.
Suatu klik dibedakan pula atas klik yang terisolir dan
klik yang tidak terisolir. Dikatakan klik yang terisolir, apabila anggota dari
klik tersebut tidak ada yang mendapat pilihan dari luar. Sebaliknya, klik
dikatakan tidak terisolir apabila ada anggota klik tersebut yang mendapat
pilihan dari luar.
Sosiogram dapat pula menunjukkan siapa-siapa yang
menjadi bintang daam grup bersangkutan. Artinya, siapa yang mendapat pilihan
terbanyak dalam grup tersebut.
Dari tabulasi alasan akan dapat diketahui bagaimana
norma-norma hubungan sosial yang diinginkan dalam kelompok tersebut.
Untuk membuat sosiogram, dapat
digunakan tiga teknik yaitu :
1.
Teknik Lingkaran
2.
Teknik Lajur
3.
Teknik Bebas
Di
bawah ini akan diuraikan lebih lanjut tentang masing-masing teknik tersebut.
1. Sosiogram Teknik Lingkaran
Untuk membuat sosiogram dengan teknik ini, pertama-tama
yang harus dilakukan adalah membuat lingkaran- lingkaran sejumlah frekuensi
pilihan terbanyak ditambah satu. Lingkaran- lingkaran tersebut dibuat dari satu
titik pusat, mulai dari lingkaran terkecil (lingkaran paling dalam), kemudian
secara berturut-turut lingkaran berikutnya (lingkaran diluarnya) makin besar,
sampai dengan lingkaran terbesar (lingkaran terluar).
Langkah selanjutnya adalah meletakkan nomor-nomor
individu dalam lingkaran tersebut. Nomor individu yang mendapat pilihan
terbanyak diletakkan pada lingkaran terdalam. Yang mendapat pilihan lebih
sedikit diletakkan pada lingkaran sebelah luarnya secara berturut-turut
sehingga akhirnya pada lingkaran terluar terletak nomor individu yang tidak
mendapat pilihan sama sekali.
Untuk membedakan antara laki-laki dan perempuan, dilakukan
dengan pemberian tanda yang berbeda, misalnya nomor- nomor individu laki-laki
diisi tanda bulatan dan nomor- nomor individu perempuan diisi tanda bujur
sangkar.
Langkah terakhir adalah menghubung-hubungkan
nomor-nomor tersebut dengan anak panah- anak panah sesuai dengan arah pilihnya.
2. Sosiogram Teknik Lajur
Untuk membuat sosiogram teknik lajur, pertama-tama yang
harus dilakukan adalah membuat lajur-lajur dengan garis-garis horizontal yang
sejajar sebanyak frekuensi pilihan terbayak ditambah satu. Selanjutnya adalah
meletakkan nomor- nomor individu pada lajur-lajur tersebut.
Nomor individu yang mendapat pilihan terbanyak diletakkan
pada lajur paling atas dan yang mendapat pilihan paling sedikit diletakkan pada
lajur di bawahnya. Demikian seterusnya
sehingga pada lajur paling bawah terletak nomor individu yang mendapat pilihan
paling sedikit atau yang sama sekali tidak mendapat pilihan. Kemudian nomor- nomor
tersebut dihubung-hubungkan dengan anak panah- anak panah sesuai dengan arah
pilihan masing-masing individu.
3. Sosiogram Teknik Bebas
Untuk membuat sosiogram teknik bebas ini, nomor- nomor
individu diletakkan secara bebas sedemikian rupa sehingga mudah
dihubung-hubungkan antara individu yang memilih dengan individu yang dipilih.
Jadi, dalam teknik bebas ini yang dipentingkan adalah
kepraktisan dalam menghubungkan antara pemilih dengan yang dipilih, tanpa
memperhitungkan urutan letak berdasarkan jumlah pilihan.
Dibandingkan dengan teknik lingkaran dan teknik lajur,
teknik bebas mempunyai dua keunggulan yaitu : pertama, sosiogram teknik bebas
adalah yang paling mudah dikerjakan. Kedua, struktur hubungan dalam kelompok
tersebut akan tampak paling jelas pada sosiogram teknik bebas. Kelemahan dari
sosiogram teknik bebas adalah frekuensi pilihan tiap individu tidak nampak
dengan mudah. Tetapi kelemahan ini sudah tertutupi karena frekuensi pilihan
tersebut sudah nampak pada tabulasi arah pilih.
Perlu disadari bahwa biasanya sosiogram tersebut tidak
dapat kita buat sekali jadi. Mungkin kita harus mengulangi / memperbaiki sampai
dua kali untuk mendapatkan sosiogram yang memadai.
Untuk mempejelas kualitas pilihan dapat kita gunakan
tinta berwarna. Misalnya pilihan pertama ditulis dengan tinta merah, pilihan
kedua dengan tinta biru dan pilihan ketiga dengan tinta hijau.
2.
Sosiometri Tipe Skala Bertingkat
Dalam tipe ini disediakan sejumlah statement yang
disusun secara bertingkat, yaitu dari statemen yang menyatakan huungan yang
paling dekat, sampai dengan statemen yang menyatakan huungan yang paling jauh.
Dalam setiap statemen kepada individu diminta untuk mengisi nama salah seorang
temannya yang hubungannya sesuai dengan yang dinyatakan tersebut. Contoh-contoh
statemennya adalah sebagai berikut :
1.
Saya sangat menyenangi teman ini. Saya sangat senang
bersama-sama dengan teman ini kemanapun saya pergi. Kalau saya mempunyai
problem kepadanyalah saya minta bantuan. Sebaliknya, saya pun senantiasa siap membantunya.
Teman tersebut adalah…………...
2.
Saya menyenangi teman ini. Saya sering bekerjasama
dengannya dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Saya juga sering
berbincang-bincang dengannya. Teman yang saya maksud tersebut
adalah…………………………………………………………….
3.
Saya dapat bergaul secara baik dengan teman ini. Saya
tidak keberatan. kalau ia merupakan salah satu anggota kelompok kami. Saya
dapat bekerja sama dan bemain dengan teman ini dalam kegiatan- kegiatan
sekolah, walaupun di luar sekolah saya jarang sekali berhubungan dengannya.
Teman tersebut adalah…………………………………
4.
Saya tidak begitu akrab dengan teman ini. Di sekolah
saya hanya bicara seperlunya saja. Kalau bertemu di jalan biasanya kami hanya
saling mengangguk atau sekedar saling senyum atau saling menegur dengan ucapan
“hallo” saja. Teman yang saya maksud tersebut adalah………………………………………………………………
5.
Saya tidak menyukai teman ini. Saya selalu berusaha
untuk menghindari pertemuan dengan teman ini. Saya keberatan kalau ia
dimasukkan ke dalam kelompok kami. Teman yang saya maksud tersebut
adalah………………………………………………………
Jawaban atau isian terhadap statemen- statemen tersebut
disusun dalam suatu tabulasi arah pilih. Pilihan pertama diberi skor 2, pilihan
kedua diberi skor 1, pilihan ketiga diberi skor 0, pilihan keempat diberi skor
-1 dan pilihan kelima diberi skor -2.
3.
Sosiometri Tipe Siapa Dia
Dalam tipe ini disediakan sejumlah statement tentng
sifat-sifat individu. Sebagian dari statemen- statemen tersebut mengungkapkan
sifat yang positif dan sebagian lagi mengungkapkan sifat yang negatif. Kepada
masing-masing anggota kelompok diminta memilih kawan-kawannya yang mempunyai
sifat yang cocok dengan yang diungkapkan
oleh statemen tersebut.
Sosiometri tipe ini sering juga disebut tipe “terkalah
dia” (guess who). Dan karena pada setiap statemen ada kemungkinan pilihan lebih
dari seorang, maka tipe ini sering juga disebut
tipe “siapa mereka” (who are they).
Contoh-contoh statemennya antara lain :
1.
Dalam keadaan kelas ini ada teman yang hampir tidak
pernah marah walaupun diganggu oleh temannya. Teman tersebut adalah…………………
2.
Dalam kelas ini ada teman yang sering murung. Ia jarang
bergurau atau bercerita tentang hal-hal yang lucu (joke). Dia / mereka adalah :
………………………………………………………………….
3.
Dalam kelas kami ada teman yang angkuh dan tidak pernah
mau menghargai pendapat orang lain. Ia sering marah-marah kalau ada orang lain
yang menyangkal pendapatnya. Dia / mereka
adalah : ………………………………………………………………….
4.
Dalam kelas ini ada teman yang dapat bekerjasama secara
baik dengan setiap orang. Ia bekerja dengan giat dan bertanggung jawab terhadap
setiap tugas yang diberikan kepadanya. Dia / mereka
adalah………………………………………………………………..
Seperti juga pada tipe nominatif dan tipe skala
bertingkat, jawaban atau isian sosiometri tipe “siapa dia / mereka”
ditabulasikan dalam tabulasi arah pilih. Agak berbeda dengan tabulasi arah
pilih lainnya, pada tabulasi ini tidak dicantumkan daftar pemilih. Yang
dicantumkan adalah nomor-nomor itemnya / statemennya. Item-item tersebut
diklasifikasikan dalam dua kelompok,
yaitu : kelompok item positif dan kelompok item negative. Pilihan pada item
positif diberi skor 1, sedangkan pilihan pada item negative diberi skor -1.
4.
Langkah-langkah dalam Sosiogram
Perlu disadari bahwa biasanya sosiogram tersebut tidak
dapat kita buat sekali jadi. Mungkin kita harus mengulangi / memperbaiki sampai
dua kali untuk mendapatkan sosiogram yang memadai.
Untuk mempejelas kualitas pilihan dapat kita gunakan
tinta berwarna. Misalnya pilihan pertama ditulis dengan tinta merah, pilihan
kedua dengan tinta biru dan pilihan ketiga dengan tinta hijau.
Terhadap sosiogaram yang kita buat, dianalisis. Dengan
analisis tersebut dapat kita ketahui problem hubungan sosial para siswa dalam
kelompoknya. Misalnya dalam sosiogram di atas dapat dilihat ada seorang siswa
yang terisolir. Kita dapat menggunakan sosiogram ini untuk maksud-maksud remedial.
Misalnya dengan menyuruh siswa-siswa lain untuk bergaul dengan siswa yang
terisolir tadi. Dengan kata lain menyuruh siswa- siswa lain untuk mengajak
siswa yang terisolir tadi dalam kegiatan- kegiatan yang mereka lakukan.
Disamping analisis terhadap sosiogram, dalam sosiometri
tipe nominative dapat pula dilakukan analisis alasan. Dalam item-item
sosiometri yang diungkapkan di depan, dapat pula dilengkapi dengan meminta para
siswa untuk mengemukakan alasan mengapa atau apa alasan ia memilih kawan tertentu.
Alasan- alasan para siswa dalam menentukan pilihannya itu, kita buatkan
tabulasinya. Dari tabulasi alasan tersebut akan dapat diketahui bagaimana
norma-norma hubungan sosial yang diinginkan dalam kelompok tersebut.
Selain itu, dapat pula dilakukan analisis kepemimpinan.
Dalam item-item sosiometri tersebut dapat pula ditambahkan pertanyaan, siapa
yang dipilihnya sebagai pemimpin dalam kegiatan bersama yang akan dilakukan.
Berdasarkan pilihan-pilihan tersebut, dapat diketahui siapa-siapa yang merupakan
pemimpin dalam kelompoknya. Apabila pilihan kepemimpinan tersebut juga disertai
dengan alasan-alasan, maka dapat pula diketahui norma kepemimpinan dalam
kelompok tersebut.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang
hubungan sosial para siswa, maka pertanyaan- pertanyaan sosiometri dapat
ditambahkan lagi dengan menanyakan siapa-siapa yang tidak disenanginya dalam
melakukan kegiatan atau hal-hal tertentu.
Berdasarkan jawaban para siswa tentang siapa-siapa yang
disenangi dan siapa-siapa yang tidak disenangi dalam melakukan kegiatan atau
hal-hal tertentu, maka dapat dilakukan analisis indeks. Dalam analis indeks ini
dapat dihitung berapakah jumlah indeks untuk tiap-tiap individu dalam kelompok
yang sedang kita nilai. Dalam analisis indeks ini terdapat tiga jenis status,
yaitu : status pemilihan atau choice status ( CS ), status penolakan atau
rejection status ( RS ), serta status pemilian dan penolakan atau choice
rejection status ( CRS ).
Status
pemilihan ( Choice Status ) dicari dengan rumus :
CS = ∑C
n-1
Keterangan :
CS = choice
status atau status pemilihan
∑S = jumlah
pemilih ( choicer )
n
= jumlah anggota kelompok atau
kelas
Status
Penolakan ( rejection status ) dicari dengan rumus :
RS = O - ∑R
n
– 1
Keterangan :
RS =
rejection status atau status penolakan
∑R = jumlah
penolakan
n = jumlah individu dalam kelompok atau kelas
Status
pemilihan dan penolakan dicari dengan rumus :
CRS = ∑C - ∑R
n – 1
Keterangan :
CRS = choice
and rejection status
∑C = jumlah pemilih
∑R = jumlah penolak
n = jumlah individu dalam kelompok / kelas
Indeks CS
akan bergerak dari 0 sampai 1. Anak yang paling populer atau yang dipilih oleh
semua anggota kelompok indeksnya adalah 1. Sedangkan anak yang tidak mendapat
dipilih sama sekali indeksnya 0.
Indeks RS
akan bergerak dari -1 sampai 0. Anak yang diyolak oleh semua orang indeksnya
menjadi -1. Sedang yang tudak mendapat penolakan indeksnya menjadi 0.
Indeks CRS
akan bergerak dari -1 sampai dengan 1. Apabila pemilih lebih banyak daripada
penolakan, maka indeksnya akanpositif. Sebaliknya, apabila penolakan lebih
banyak daripada pemilih, maka indeksnya akan menjadi negatif.
5.
Tujuan Sosiometri
Sosiometri
bertujuan untuk mengetahui pilihan, komunikasi, pola interaksi dan struktur
hubungan antarindividu dalam suatu kelompok. Terhadap sosiogaram yang kita buat,
dianalisis. Dengan analisis tersebut dapat kita ketahui problem hubungan sosial
para siswa dalam kelompoknya atau apakah seorang anak
itu disukai atau tidak dalam kelompoknya. Misalnya diketahui ada seorang siswa yang
terisolir. Kita dapat menggunakan sosiogram ini untuk maksud-maksud remedial.
Misalnya dengan menyuruh siswa-siswa lain untuk bergaul dengan siswa yang
terisolir tadi. Dengan kata lain menyuruh siswa- siswa lain untuk mengajak
siswa yang terisolir tadi dalam kegiatan- kegiatan yang mereka lakukan. Selanjutnya dapat dilakukan
langkah-langkah bimbingan terhadap anak yang bersangkutan.
6.
Hal yang perlu diperhatikan
Metode sosiometri rupanya merupakan metode pengumpulan
data yang makin banyak digunakan. Walaupun demikian, hendaknya digunakan secara hati-hati.
Item-item sosiometrik dapat memberikan efek yang kurang baik terhadap beberapa
siswa karena merasa terkucilkan setelah tau bahwa ia tidak disukai oleh
teman-temannya. Metode ini dapat menyadarkan bahwa ia terkucilkan dan tidak
disukai oleh teman-temannya yang sebelumnya tidak disadari.
7. Kesimpulan
Setelah menyusun tugas tentang sosiometri ini dapat
disimpulkan bahwa, sosiometri adalah suatu metode pengumpulan data tentang pola
dan struktur hubungan antara individu-individu dalam suatu kelompok. Metode ini
juga dinilai efektif maka tidak mengherankan jika metode ini banyak dipakai
karena metode ini relatif mudah diperaktekkan dan hasinya pun dapat
dipergunakan untuk mengetahui siapa-siapa yang kurang disenangi dalam
kelompoknya dan sispa-siapa yang disenangi serta populer di kelasnya, sehingga
dapat diambil langkah tindak lanjut yang sesuai agar siswa yang kurang
disenangi tersebut dapat mengubah perilaku dan sikapnya sehingga tidak lagi
dijauhi oleh teman-temannya. Selanjutnya
dapat dilakukan langkah-langkah bimbingan terhadap anak yang bersangkutan.
Selain itu, guru
pembimbing juga perlu memberikan pengertian kepada siswa –siswa yang lainnya
agar tidak membeda-bedakan teman dalam bergaul dan bersedia menerima perbedaan
setiap individu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar