Sabtu, 29 Desember 2012

BAB VII JENIS LAYANAN DAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING



BAB VII
JENIS LAYANAN DAN KEGIATAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
A.     Layanan Orientasi
Layanan orientasi adalah layanan bimbingan yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru dan atau seserorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya.
1.      Layanan Orientasi di sekolah
Dalam penelitian Allan & McKean menunjukan berberapa hal tentang lingkungan lembaga pedidikan baru, yaitu:
a.       Program orientasi yang efektif mempercepat proses adaptasi; dan juga memberika kemudahan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
b.      Murid-murid yang mengalami masalah penyesuaian ternyata kurang berhasil di sekolah.
c.       Anak-anak dari sosio-ekonomi yang rendah memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri dari pada anak-anak dari kelas sosio-ekonomi yang lebih tinggi.
2.      Metode Layanan Orientasi Sekolah
a.       Kunjungan ke SD pemasok
b.      Kunjungan ke SLTP pemesan
c.       “Malam” pertemuan dengan orang tua
d.      Staf konselor bertemu dengan guru membicarakan siswa-siswa baru
e.       Mengunjungi kelas
f.       Memanfaaatkan siswa senior
3.      Layanan Orientasi di Luar Sekolah
Cara penyajian orientasi di luar sekolah sangat tergantung pada jenis orientasi yang diperlukan dan siapa yang memerlukannya.
B.     Layanan Informasi
Secara umum, bersamam dengan layanan orientasi bermaksud memberikan pemahaman kepada individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan.
Ada tiga alasan utama mengapa pemberian informasi perlu diselenggarakan. Pertama, membekali individu dengan berbagai pengetahuan tentang lingkungan yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi berkenaaan dengan lingkungan sekitar , pendidikan , jabatan , maupun sosial budaya. Kedua, ,memungkinkan individu menentukan arah hidup “kemana dia ingin pergi”. Ketiga , setiap individu adalah unik. Dengan alasan itj , layanan informasi merupakan kebutuhan yang amat tinggi tingkatnya.
1.      Jenis-jenis Informasi
a.       Informasi Pendidikan
Dalam bidang pendidikan banyak individu yang berstatus siswa atau calon siswa yang dihadapkan pada kemungkinan timbulnya masalah atau kesulitan.
b.      Informasi Jabatan
Saat-saat transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja sering merupakan masa yang sangat sulit bagi orang muda. Untuk orang-orang muda yang masih berada di bangku sekolah Norris, dkk. Mengklarifikasi informasi jabatan/pekerjaan kedalam empat tingkat, yaitu tingkat SD, SLTP, SLTA, dan pasca SLTA.
c.       Informasi sosial budaya
Informasi itu diperluas sampai menjangkau informasi tentang bangsa-bangsa lain, khususnya untuk melihat kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa-bangsa lain itu.

2.      Metode Layanan di Sekolah
a.       Ceramah
Ceramah merupakan metode pemberian informasi yang paling sederhana, mudah dan murah , dalam arti bahwa metode ini dapat dilakukan hampir setiap petugas bimbingan di sekolah.
b.      Diskusi
Diskusi dapat diorganisasikan baik oleh siswa sendiri maupun oleh konselor , atau guru.
c.       Karyawisata
Karyawisata merupakan bentuk kegiatan belajar mengajar yang telah dikenal secara meluas, baik oleh masyarakat sekolah maupun masyarakat umum. Penggunaan karyawisata untuk maksud membantu siswa mengumpulkan informasi dan mengembangkan sikap-sikap yang positif.
d.      Buku Panduan
Buku-buku panduan dapat membantu siswa dalam mendapatkan banyak informasi yang berguna. Pembuatan “buku-buku” di bawah bimbingan langsung konselor.
e.       Konferensi Karier
Dalam konferensi karier , para narasumber dari kelompok-kelompok usaha, jabatan atau dinas lembaga pendidikan, dll yang diundang, mengadakan penyajian tentang berbagai aspek program pendidikan dan laihan/pekerjaan yang diikuti oleh para siswa.

3.      Layanan Informasi di Luar Sekolah
Peran-peran konselor di luar sekolah dapat berada di dalam lembaga-lembaga, atau membentuk lembaga sendiri, seperti “Biro Pelayaan Orientasi dan Informasi.
C.     Layanan Penempatan dan Penyaluran
1.      Penempatan Penyaluran Siswa di Sekolah
Penempatan dan penyaluran di sekolah dapat berupa (a) penempatan siswa di dalam kelas (b) penempatan dan penyaluran ke dalam kelompok-kelompok belajar  (c) kedalam kegiatan ko/ektra kurikuler, dan (d) ke dalam jurusan/program studi yang sesuai.
2.      Penempatan dan Penyaluran Lulusan
a.       Penempatan dan Penyaluran ke dalam Pendidikan Lanjutan
b.      Penempatan dan Penyaluran ke dalam Jabatan/Pekerjaan
D.     Layanan Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan yang penting diselenggarakan di sekolah. Layanan belajar dilaksanakan melalui tahap-tahap : (a) pengenalan siswa yang mengalami masalah belajar, (b) pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar dan, (c) pemberian bantuan pengentasan masalah belajar.
E.     Layanan Konseling Perorangan
1.      Layanan Konseling Diselenggarakan Secara Resmi
Sebagai rambu-rambu pokok dalam pelaksanaan layanan konseling , Murno dkk (1979) mengemukakan tiga dasar etik konseling, yaitu kerahasiaan, keterbukaan dan tanggung jawab pribadi klien.
2.      Pengentasan Masalah Melalui Koseling
Langkah-langkah umum upaya pengentasan masalah melalui konseling pada dasarnya yaitu: pemahaman masalah, analisis sebab-sebab timbulnya masalah, aplikasi metode khusus, evaluasi, dan tindak lanjut.
3.      Tahap-tahap Keefektifan Pengentasan Masalah Melalui Konseling
Keefeketifan pengentasan masalah melalui konseling sebenarnya dapat dideteksi sejak awal klien mengalami masalah.
4.      Pendekatan da Teori Konseling
a.       Koseling Direktif
Koseling Direktif , yang karena proses dan dinamika pengentasan masalahnya mirip “penyembuhan penyakit”, pernah juga disebut “ konseling klinis” (clinical counseling).
b.      Konseling Non-Direktif
Konseling Non-Direktif (Clien Centered Therapy) merupakan upaya bantuan pemecahan masalah yang berpusat pada klien.
c.       Konseling Elektrik
5.      Konseling di Lingkungan Kerja yang Berbeda
Konseling di lingkungan kerja yang berbeda meliputi ; (a) konseling di sekolah dasar, (b) konseling di sekolah menengah, (c) konseling di Masyarakat.
F.      Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok
Apabila konseling perorangan menunjujukan layanan kepada individu atau klien orang –perorangan, maka bimbingan dan koseling kelompok mengarahkan layanan kepada sekelompok layanan individu.
1.      Ciri-ciri konseling Kelompok
Sekumpulan orang akan menjadi kelompok kalau mereka mempunyai tujuan bersama. Seluruh anggota kelompok melakukan kegiatan bertuju pada pencapaian tujuan yang bersama itu.
2.      Bimbingan kelompok
Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok.
3.      Konseling kelompok
Layanan konseling kelompok pada dasarnya adalah layanan konseling perorangan yang dilaksanakan di  dalam suasana kelompok. Tenaga yang dapat diandalkan untuk menyelenggarakan layanan konseling kelompok adalah konselor. Konselor yang efektif dalam konseling perorangan akan efektif pula dalam konseling kelompok.
G.    Kegiatan Penunjang
1.      Instrumentasi Bimbingan dan Konseling
Instrumen bimbingan dan konseling meliputi digunakan dan dikembangkannya berbagai instrumen, baik berupa tes maupun non-tes.
2.      Penyelenggaraan Himpunan Data
Selain berkepentingan dengan himunan data pribadi siswa, konselor di sekolah perlu pula mengumpulkan data umum, yaitu data yang menyangkut berbagai informasi dan berbagai hal tentang lingkungan yang lebih luas.
Data tentang berbagai aspek perkembangan dan kehidupan sejumlah individu di luar sekolah dapat disebut data kelompok. Data kelompok dapat dipergunakan untuk layanan tertentu, seperti layanan bimbingan belajar, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dengan catatan, kerahasiaan setiap pribadi yang ada dalam data kelompok itu tetap terjaga dengan sebaik-baiknya.
3.      Kegiatan Khusus
a.       Konferensi Kasus
Konferensi kasus diselenggarakan untuk membicarakan suatu kasus. Di sekolah , konferensi kasus biasanya diselenggarakan untuk membantu permasalahan yang dialami oleh seorang siswa.
b.      Kunjungan Rumah
Penanganan permasalahan siswa sering kali memerlukan pemahaman yang lebih jauh tentang suasana rumah atau keluarga siswa. Untuk itu perlu dilakukan kunjungan rumah. Kunjungan rumah tidak  perlu dilakukan untuk seluruh siswa; hanya untuk siswa yang permasalahannya menyangkut dengan kadar yang cukup kuat peranan rumah atau orang tua sajalah yang memerlukan kunjungan rumah.
Kegiatan kumjungan rumah memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
1.      Memperoleh data tambahan tentang permasalahan siswa, khususnya yang bersangkut paut dengan keadaan rumah/orang tua.
2.      Menyampaikan kepada orang tua tentang permasalahan anaknya.
3.      Membangun komitmen orang tua terhadap penanganan masalah anaknya.
Hasil kunjungan rumah dapat langsung dipakai sebagai bahan pertimbangan penanganan masalah, dapat pula dipergunakan di dalam konfrensi kasus.
c.       Alih Tangan
Kegiatan alih tangan meliputi dua jalur, yaitu jalur kepada konselor dan jalur dari konselor. Jalur kepada konselor, dalam arti konselor menerima “kiriman” klien dari pihak lain, sedangkan jalur dari konselor, dalam arti konselor “mengirimkan” klien yang belum tuntas ditangani kepada ahli-ahli lain.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar