BAB
VII
JENIS
LAYANAN DAN KEGIATAN
BIMBINGAN
DAN KONSELING
A. Layanan
Orientasi
Layanan
orientasi adalah layanan bimbingan yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa
baru dan atau seserorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya.
1. Layanan Orientasi di sekolah
Dalam penelitian
Allan & McKean menunjukan berberapa hal tentang lingkungan lembaga
pedidikan baru, yaitu:
a.
Program
orientasi yang efektif mempercepat proses adaptasi; dan juga memberika
kemudahan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
b.
Murid-murid
yang mengalami masalah penyesuaian ternyata kurang berhasil di sekolah.
c.
Anak-anak
dari sosio-ekonomi yang rendah memerlukan waktu yang lebih lama untuk
menyesuaikan diri dari pada anak-anak dari kelas sosio-ekonomi yang lebih
tinggi.
2. Metode Layanan Orientasi Sekolah
a.
Kunjungan
ke SD pemasok
b.
Kunjungan
ke SLTP pemesan
c.
“Malam”
pertemuan dengan orang tua
d.
Staf
konselor bertemu dengan guru membicarakan siswa-siswa baru
e.
Mengunjungi
kelas
f.
Memanfaaatkan
siswa senior
3. Layanan
Orientasi di Luar Sekolah
Cara penyajian orientasi di luar
sekolah sangat tergantung pada jenis orientasi yang diperlukan dan siapa yang
memerlukannya.
B. Layanan
Informasi
Secara umum, bersamam
dengan layanan orientasi bermaksud memberikan pemahaman kepada
individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan
untuk menjalani suatu tugas untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan.
Ada tiga alasan utama
mengapa pemberian informasi perlu diselenggarakan. Pertama, membekali individu dengan berbagai pengetahuan tentang
lingkungan yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi berkenaaan
dengan lingkungan sekitar , pendidikan , jabatan , maupun sosial budaya. Kedua, ,memungkinkan individu menentukan
arah hidup “kemana dia ingin pergi”. Ketiga
, setiap individu adalah unik. Dengan alasan itj , layanan informasi
merupakan kebutuhan yang amat tinggi tingkatnya.
1.
Jenis-jenis
Informasi
a.
Informasi Pendidikan
Dalam
bidang pendidikan banyak individu yang berstatus siswa atau calon siswa yang
dihadapkan pada kemungkinan timbulnya masalah atau kesulitan.
b. Informasi
Jabatan
Saat-saat
transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja sering merupakan masa yang sangat
sulit bagi orang muda. Untuk orang-orang muda yang masih berada di bangku
sekolah Norris, dkk. Mengklarifikasi informasi jabatan/pekerjaan kedalam empat
tingkat, yaitu tingkat SD, SLTP, SLTA, dan pasca SLTA.
c.
Informasi
sosial budaya
Informasi
itu diperluas sampai menjangkau informasi tentang bangsa-bangsa lain, khususnya
untuk melihat kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa-bangsa lain itu.
2. Metode
Layanan di Sekolah
a.
Ceramah
Ceramah
merupakan metode pemberian informasi yang paling sederhana, mudah dan murah ,
dalam arti bahwa metode ini dapat dilakukan hampir setiap petugas bimbingan di
sekolah.
b.
Diskusi
Diskusi
dapat diorganisasikan baik oleh siswa sendiri maupun oleh konselor , atau guru.
c.
Karyawisata
Karyawisata
merupakan bentuk kegiatan belajar mengajar yang telah dikenal secara meluas,
baik oleh masyarakat sekolah maupun masyarakat umum. Penggunaan karyawisata untuk
maksud membantu siswa mengumpulkan informasi dan mengembangkan sikap-sikap yang
positif.
d.
Buku
Panduan
Buku-buku
panduan dapat membantu siswa dalam mendapatkan banyak informasi yang berguna.
Pembuatan “buku-buku” di bawah bimbingan langsung konselor.
e.
Konferensi
Karier
Dalam
konferensi karier , para narasumber dari kelompok-kelompok usaha, jabatan atau
dinas lembaga pendidikan, dll yang diundang, mengadakan penyajian tentang
berbagai aspek program pendidikan dan laihan/pekerjaan yang diikuti oleh para siswa.
3. Layanan
Informasi di Luar Sekolah
Peran-peran konselor di luar
sekolah dapat berada di dalam lembaga-lembaga, atau membentuk lembaga sendiri,
seperti “Biro Pelayaan Orientasi dan Informasi.
C. Layanan
Penempatan dan Penyaluran
1. Penempatan
Penyaluran Siswa di Sekolah
Penempatan
dan penyaluran di sekolah dapat berupa (a) penempatan siswa di dalam kelas (b)
penempatan dan penyaluran ke dalam kelompok-kelompok belajar (c) kedalam kegiatan ko/ektra kurikuler, dan
(d) ke dalam jurusan/program studi yang sesuai.
2. Penempatan
dan Penyaluran Lulusan
a.
Penempatan
dan Penyaluran ke dalam Pendidikan Lanjutan
b.
Penempatan
dan Penyaluran ke dalam Jabatan/Pekerjaan
D. Layanan
Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar merupakan salah
satu bentuk layanan bimbingan yang penting diselenggarakan di sekolah. Layanan
belajar dilaksanakan melalui tahap-tahap : (a) pengenalan siswa yang mengalami
masalah belajar, (b) pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar dan,
(c) pemberian bantuan pengentasan masalah belajar.
E. Layanan
Konseling Perorangan
1.
Layanan
Konseling Diselenggarakan Secara Resmi
Sebagai
rambu-rambu pokok dalam pelaksanaan layanan konseling , Murno dkk (1979)
mengemukakan tiga dasar etik konseling, yaitu kerahasiaan, keterbukaan dan
tanggung jawab pribadi klien.
2.
Pengentasan
Masalah Melalui Koseling
Langkah-langkah
umum upaya pengentasan masalah melalui konseling pada dasarnya yaitu: pemahaman
masalah, analisis sebab-sebab timbulnya masalah, aplikasi metode khusus,
evaluasi, dan tindak lanjut.
3.
Tahap-tahap
Keefektifan Pengentasan Masalah Melalui Konseling
Keefeketifan
pengentasan masalah melalui konseling sebenarnya dapat dideteksi sejak awal
klien mengalami masalah.
4.
Pendekatan
da Teori Konseling
a.
Koseling
Direktif
Koseling
Direktif , yang karena proses dan dinamika pengentasan masalahnya mirip
“penyembuhan penyakit”, pernah juga disebut “ konseling klinis” (clinical
counseling).
b.
Konseling
Non-Direktif
Konseling
Non-Direktif (Clien Centered Therapy) merupakan upaya bantuan pemecahan masalah
yang berpusat pada klien.
c.
Konseling
Elektrik
5.
Konseling
di Lingkungan Kerja yang Berbeda
Konseling
di lingkungan kerja yang berbeda meliputi ; (a) konseling di sekolah dasar, (b)
konseling di sekolah menengah, (c) konseling di Masyarakat.
F. Layanan
Bimbingan dan Konseling Kelompok
Apabila konseling perorangan
menunjujukan layanan kepada individu atau klien orang –perorangan, maka
bimbingan dan koseling kelompok mengarahkan layanan kepada sekelompok layanan
individu.
1.
Ciri-ciri
konseling Kelompok
Sekumpulan
orang akan menjadi kelompok kalau mereka mempunyai tujuan bersama. Seluruh
anggota kelompok melakukan kegiatan bertuju pada pencapaian tujuan yang bersama
itu.
2.
Bimbingan
kelompok
Bimbingan
kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok.
3.
Konseling
kelompok
Layanan
konseling kelompok pada dasarnya adalah layanan konseling perorangan yang
dilaksanakan di dalam suasana kelompok.
Tenaga yang dapat diandalkan untuk menyelenggarakan layanan konseling kelompok
adalah konselor. Konselor yang efektif dalam konseling perorangan akan efektif
pula dalam konseling kelompok.
G. Kegiatan
Penunjang
1.
Instrumentasi
Bimbingan dan Konseling
Instrumen
bimbingan dan konseling meliputi digunakan dan dikembangkannya berbagai
instrumen, baik berupa tes maupun non-tes.
2.
Penyelenggaraan
Himpunan Data
Selain
berkepentingan dengan himunan data pribadi siswa, konselor di sekolah perlu
pula mengumpulkan data umum, yaitu data yang menyangkut berbagai informasi dan
berbagai hal tentang lingkungan yang lebih luas.
Data
tentang berbagai aspek perkembangan dan kehidupan sejumlah individu di luar
sekolah dapat disebut data kelompok. Data
kelompok dapat dipergunakan untuk layanan tertentu, seperti layanan bimbingan
belajar, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dengan catatan, kerahasiaan
setiap pribadi yang ada dalam data kelompok itu tetap terjaga dengan
sebaik-baiknya.
3.
Kegiatan
Khusus
a.
Konferensi
Kasus
Konferensi
kasus diselenggarakan untuk membicarakan suatu kasus. Di sekolah , konferensi
kasus biasanya diselenggarakan untuk membantu permasalahan yang dialami oleh
seorang siswa.
b.
Kunjungan
Rumah
Penanganan
permasalahan siswa sering kali memerlukan pemahaman yang lebih jauh tentang
suasana rumah atau keluarga siswa. Untuk itu perlu dilakukan kunjungan rumah.
Kunjungan rumah tidak perlu dilakukan
untuk seluruh siswa; hanya untuk siswa yang permasalahannya menyangkut dengan
kadar yang cukup kuat peranan rumah atau orang tua sajalah yang memerlukan
kunjungan rumah.
Kegiatan
kumjungan rumah memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
1.
Memperoleh
data tambahan tentang permasalahan siswa, khususnya yang bersangkut paut dengan
keadaan rumah/orang tua.
2.
Menyampaikan
kepada orang tua tentang permasalahan anaknya.
3.
Membangun
komitmen orang tua terhadap penanganan masalah anaknya.
Hasil kunjungan rumah
dapat langsung dipakai sebagai bahan pertimbangan penanganan masalah, dapat
pula dipergunakan di dalam konfrensi kasus.
c.
Alih
Tangan
Kegiatan
alih tangan meliputi dua jalur, yaitu jalur kepada konselor dan jalur dari
konselor. Jalur kepada konselor, dalam arti konselor menerima “kiriman” klien
dari pihak lain, sedangkan jalur dari konselor, dalam arti konselor
“mengirimkan” klien yang belum tuntas ditangani kepada ahli-ahli lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar