Sabtu, 29 Desember 2012

BAB VI ORIENTASI DAN RUANG LINGKUP KERJA BIMBINGAN DAN KONSELING



BAB VI
ORIENTASI DAN RUANG LINGKUP
KERJA BIMBINGAN DAN KONSELING
A.     Orientasi Bimbingan dan Konseling
Orientasi yang dimaksud disini adalah “pusar perhatian” atau “titik berat pandangan”.
1.      Orientasi Perorangan
a.       Semua kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka pelayanan bimbingan dan konseling diarahkan bagi peningkatan perwujudan diri sendiri setiap individu yang menjadi sarana layanan.
b.      Pelayanan bimbingan dan konseling meliputi kegiatan berkenaan dengan individu untuk mahami kebutuhan-kebutuhannya, motivasi-motivasinya , dan kemampuan-kemampuan potensialnya, yang semuanya unik, serta untuk membantu individu agar dapat menghargai kebutuhan, motivasi, dan potensinya itukearah pengembangannya  yang optimal, dan pemanfaatan yang sebesar-bersarnya bagi diri dan lingkungan.
c.       Setiap klien harus ditrima sebagai individu dan harus ditangani secara individual
d.      Adalah menjadi tanggung jawab konselor
untuk memahami minat, kemampuan, dan perasaan klien untuk menyesuaikan program bimbingan

2.      Orientasi Perkemabangan
Orientasi perkembangan dalam bimbingan dan konseling lebih menekankan lagi pentingnya peranan perkembangan yang terjadi dan hendaknya diterjadikan para individu. Perkembangan merupaka konsep inti dan terpadukan , serta menjadi tujuan dari segenap layanan bimbingan dan konseling. Selanjutnya ditegaskan bahwa, praktek bimbingan dan konseling tidak lain adalah memeberikan kemudahan yang berlangsung perkembangan yang berkelanjutan.
3.      Orientasi Permasalahan
Orientasi permasalahan bermaksud mengarahkan perhatian konselor kepada kumungkinan adanya masalah pada diri sasaran layanan, dan kalau ternyanta masalah itu memang ada , layanan bimbingan dan konseling berusaha mengentaskannya. Lebih jauh , orientasi permasalahan itu berusaha agar sarana layanan tidak mengalami masalah.
B.     Ruang Lingkup Bimbingan dan Koneling
1.      Pelayanan Bimbingan dan Koseling di Sekolah
Sekolah meruakan lembaga formal yang secara khusus dibentuk untuk menyelenggarakan pendidikan bagi warga masyarakat.
a.       Keterkaitan antar Bidang Pelayanan Bimbingan  Konseling dan Bidang-Bidang Lainya, meliputi:
1.      Bidang kurikulum pengajaran
2.      Bidang administrasi atau kepemimpinan
3.      Bidang kesiswaan
b.      Tanggung Jawab Konselor Sekolah
1.      Tanggung jawab konselor kepada siswa
2.      Tanggung jawab kepada orang tua
3.      Tanggung jawab kepada sejawat
4.      Tanggung jawab kepada sekolah dan masyarakat
5.      Tanggung jawab kepada diri sendiri
6.      Tanggung jawab kepada profesi

2.      Pelayanan Bimbingan dan Koseling di Luar Sekolah
a.      Bimbingan dan Konseling Keluarga
Keluarga merupakan satuan persekutuan hidup yang paling mendasar dan merupakan pengkal kehidupan masyarakat.
Bimbinga dan konseling keluarga, menurut Palmo dkk., sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Dikatakan , pelayanan tersebut telah dimulai sejak pertengahan tahun 1940-an, dan sejak tahun 1980-an pelayanan yang menangani permasalahan dalam keluarga itu tampak berkembang dengan cepat.
Konselor sekolah hendaknya mampu mensikronisasikan secara harmonis pemenuhan kebutuhan anak di sekolah dan di rumah pada satu segi; serta fungsi sekolah dan fungsi keluarga terhadap anak pada segi yang lain.
b.      Bimbingan dan konseling dalam Ligkungan Luas
Pelayanan bimbingan dan konseling yang menjangkau daerah kerja yang lebih luas itu perlu diselenggarakan oleh konselor yang bersifat multidimensional (Chiles & Eiken, 1983). Yaitu memang mampu bekerja sama selain dengan guru , administrator, dan orang tua, juga dengan berbagai komponen dan lembaga di masyarakat secara lebih luas.
Dalam lingkungan yang lebih luas itu, konselor akan ada di berbagai lingkungan , selain di sekolah dan di dalam keluarga, juga di tempat-tempat yang sekarang agaknya belum terjangkau oleh pekerjaan profesional bimbingan dan konseling.
Modifikasi dan penyesuain diperlukan berdasarkan kekhususan yang ada pada sarana layanan , lembaga tempat bekerja , tujuan dan kondisi yang menyertai diperlukannya pelayanan bimbingan dan konseling itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar