Minggu, 08 Juni 2014

tugas bimbingan dan konseling



Abstrak: Penelitian ini difokuskan pada emosi marah remaja, dan upaya mengelola emosi marah. Penelitian menggunakan terapi ekspresif dengan cara menuliskan pengalaman emosional yang bertujuan untuk membantu remaja lebih mampu mengekspresikan emosi marahnya dan sebagai media katarsis yang baik bagi remaja untuk menyalurkan emosi negatifnya ke arah yang tepat. Rancangan penelitian menggunakan Single Group Design dengan metode one group pre-test and post-test experiment. Partisipan berjumlah delapan orang siswa remaja laki-laki berusia 16-21 tahun yang memiliki skor STAXI tinggi dan mempunyai kegemaran menulis. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan ada penurunan emosi marah partisipan setelah terapi menulis, yaitu saat pre-test ke post-test dengan Humanitas, Vol. IX No.2 Agustus 2012104 nilai Z = -1,893 dengan p = 0,029 (p < 0,05); saat pre-test ke follow-up dengan nilai Z = - 2,524  dengan p = 0,006 (p < 0,01); dan saat post-test ke follow-up dengan nilai Z = - 1,682 dengan p = 0,046  (p < 0,05). Hasil yang didapatkan memperlihatkan bahwa menulis pengalaman emosional dalam terapi ekspresif mampu untuk menurunkan emosi marah pada remaja. Selain itu, terapi menulis dapat dijadikan sebagai salah satu sarana katarsis dan media self-help bagi remaja untuk mengekspresikan emosi dan perasaan marahnya.
Kata kunci: emosi marah, terapi menulis pengalaman emosional
Penulis: Harry  Theozard Fikri







EFEKTIVITAS SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENURUNKAN PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA

ABSTRAK: Penelitian  ini  bertujuan  mengetahui  efektivitas  Spiritual  Emotional  Freedom Technique (SEFT) untuk menurunkan perilaku merokok pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di  Yogyakarta.  Subyek  penelitian  berjumlah  22  orang  yang  terdiri  dari  10  orang pada  Kelompok  Eksperimen  dan  12  orang  pada  Kelompok  Kontrol.  Kriteria subyek adalah mahasiswa angkatan 2009-2011 yang merokok, bersedia mengikuti SEFT  dengan  mengisi  lembar  kesediaan  dan  tidak  sedang  mengikuti  terapi  atau program  lain  yang  berkaitan  dengan  merokok.  Intervensi  yang  digunakan  adalah pelatihan  Spiritual  Emotional  Freedom  Technique.  Penelitian  ini  menggunakan analisis  Uji  Mann-Whitney  dan  Uji  Wicolxon dengan  desain  penelitian  yang digunakan adalah pretest post test control group design. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan  ada  penurunan  perilaku  merokok  yang  signifikan  pada  mahasiwa yang  diberikan  SEFT.  Hal  tersebut  berdasarkan  pada  hasil  analisis  dengan  uji Wilcolxon  pada  Kelompok  Eksperimen  yang  menunjukkan  bahwa  taraf signifikansi  yang  diperoleh  data  (T)  sebesar  0,025  (T<0,05).  Kesimpulan  dalam penelitian  ini  adalah  SEFT  efektif  untuk  menurunkan  perilaku  merokok  pada mahasiswa.  Hal  tersebut  berdasarkan  taraf  signifikansi  yang  diperoleh  dari  data (U)  sebesar  0,00  (U<0,05)  yang  diperoleh  dari  Uji  Mann-Whitney  gain  score pretest  dan  posttest  skala  perilaku  merokok  pada  Kelompok  Eksperimen  dan Kelompok Kontrol.
Kata  Kunci:  mahasiswa,  perilaku  merokok,  spiritual  emotional  freedom technique (seft)
Penulis: Laila Komariah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar