Minggu, 08 Juni 2014

tugas jurnal bimbingan dan konseling

Abstrak: Anak-anak penyandang  autism semakin hari semakin meningkat. Fombonne (2002) di Canada mendapatkan data sebanyak 60 anak per 10.000 kelahiran. Sedangkan di Indonesia di perkirakan terdapat 1 anak per 150 kelahiran. Meningkatnya jumlah anak  dengan gangguan autism berarti semakin menunutut adanya inovasi dalam bentuk intervensi yang efektif dan murah, mengingat terapi autism di Indonesia dan di Surabaya masih tergolong mahal. Penelitian dengan metode eksperimen   dengan 11 orang subyek menggunakan tritmen terapi bermain kelompok untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan sosial menunjukkan hasil  yang cukup signifikan. Sehingga hasil eksperimen tersebut dianggap efektif dengan nilai z = -2.940.  Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara mean skor kemampuan dan keterampilan sosial sebelum dan sesudah pemberian terapi bermain. Terapi ini harus dilaksanakan secara intensif, berkesinambungan, dan setiap hari minimal 3 jam. Penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih  luas bila subyek diperbanyak, dengan gradasi autism mulai dari ringan sampai  berat dan adanya keseimbangan variasi dalam jenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Kata Kunci: Autism, terapi bermain Sosial
Penulis: Achmad Chusairi, Hamidah, Tino Leonardi 

EFEKTIVITAS DISKUSI KELOMPOK DAN PELATIHAN EFIKASI DIRI UNTUK MENURUNKAN STRES MAHASISWA YANG SEDANG SKRIPSI

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untu mengetahui efektivitas diskusi kelompok dan pelatihan efikasi-diri untuk menurunkan tingkat stres menghadapi skripsi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa fakultas psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang sedang mengerjakan skripsi. Terdapat 28 subyek penelitian yang kemudian  dibagai secara random untuk  masuk ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok eksperimen. Sembilan orang masuk dalam kelompok eksperimen dan  sembilan orang  sebagai kelompok kontrol. Eksperimen ini menggunakan  desain pre-post tes.
Proses eksperimen  diobervasi dan direkam menggunakan video tape. Data kemudian dinalasis secara kuantitif  dengan menggunakanj teknik anova satu jalur. Sedangkan analisis kualitatif  berdasarkan data laporan diri, obserevasi dan wawancara.
Hasil penelitian  menunjukkan 1) ada  perbedaan stres antara kelompok  pelatihan efikasi-diri dengan kelompok  kontrol (MD=-10,27, p<0,05). 2) Tidak ada perbedaan stres antara  diskusi kelompok dengan   kelompok kontrol   (MD=-3,67, p>0,05). 3) Tidak ada perbedaan antara stres antara kelompok pelatihan efikasi diri dengan kelompok diskusi (MD=-6,60, p>0,05). Skor mean kelompok pelatihan efikasi diri sebesar 81,40, dan  mean kelompok diskusi sebesar 88,00.
Kata Kunci: diskusi kelompok, pelatihan, efikasi diri, stress
Penulis: Faridah Ainur Rohmah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar