Abstrak: Anak-anak
penyandang autism semakin hari semakin meningkat. Fombonne (2002) di
Canada mendapatkan data sebanyak 60 anak per 10.000 kelahiran. Sedangkan di
Indonesia di perkirakan terdapat 1 anak per 150 kelahiran. Meningkatnya jumlah
anak dengan gangguan autism berarti semakin menunutut adanya inovasi
dalam bentuk intervensi yang efektif dan murah, mengingat terapi autism di
Indonesia dan di Surabaya masih tergolong mahal. Penelitian dengan metode
eksperimen dengan 11 orang subyek menggunakan tritmen terapi
bermain kelompok untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan sosial
menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Sehingga hasil eksperimen
tersebut dianggap efektif dengan nilai z = -2.940. Artinya terdapat
perbedaan yang signifikan antara mean skor kemampuan dan keterampilan sosial
sebelum dan sesudah pemberian terapi bermain. Terapi ini harus dilaksanakan
secara intensif, berkesinambungan, dan setiap hari minimal 3 jam. Penelitian
ini akan memberikan gambaran yang lebih luas bila subyek diperbanyak,
dengan gradasi autism mulai dari ringan sampai berat dan adanya
keseimbangan variasi dalam jenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Kata Kunci: Autism,
terapi bermain Sosial
Penulis: Achmad
Chusairi, Hamidah, Tino Leonardi
EFEKTIVITAS DISKUSI KELOMPOK DAN PELATIHAN EFIKASI DIRI UNTUK MENURUNKAN STRES MAHASISWA YANG SEDANG SKRIPSI
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah untu mengetahui efektivitas diskusi kelompok
dan pelatihan efikasi-diri untuk menurunkan tingkat stres menghadapi skripsi.
Subyek penelitian ini adalah mahasiswa fakultas psikologi Universitas Ahmad
Dahlan Yogyakarta yang sedang mengerjakan skripsi. Terdapat 28 subyek
penelitian yang kemudian dibagai secara random untuk masuk ke dalam
kelompok eksperimen dan kelompok eksperimen. Sembilan orang masuk dalam
kelompok eksperimen dan sembilan orang sebagai kelompok kontrol.
Eksperimen ini menggunakan desain pre-post tes.
Proses eksperimen diobervasi dan direkam menggunakan
video tape. Data kemudian dinalasis secara kuantitif dengan menggunakanj
teknik anova satu jalur. Sedangkan analisis kualitatif berdasarkan data
laporan diri, obserevasi dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan 1) ada perbedaan
stres antara kelompok pelatihan efikasi-diri dengan kelompok
kontrol (MD=-10,27, p<0,05). 2) Tidak ada perbedaan stres antara
diskusi kelompok dengan kelompok kontrol (MD=-3,67,
p>0,05). 3) Tidak ada perbedaan antara stres antara kelompok pelatihan
efikasi diri dengan kelompok diskusi (MD=-6,60, p>0,05). Skor mean kelompok
pelatihan efikasi diri sebesar 81,40, dan mean kelompok diskusi sebesar
88,00.
Kata Kunci: diskusi kelompok, pelatihan, efikasi diri, stress
Penulis:
Faridah Ainur Rohmah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar