BAB
IV
LANDASAN
BIMBINGAN DAN
KONSELING
A. Landasan
Filosofis
Pemikiran
yang paling dalam , paling luas, paling tinggi , dan paling tuntas itu mengarah
kepada pemahaman tentang hakikat sesuatu. Sesuatu yang yang dipikirkan itu
dikupas , diteliti , dikaji dan direnungkan segala seginya melalu proses
pemikiran yang selurus-lurusnya dan setajam-tajamnya sehingga diperoleh
pemahaman menyeluruh tentang hakikat keberadaan dan keadaan sesuatu itu.
Pelayanan
bimbingan dan konseling meliputi serangkaian kegiatan atau kegiatan atau
tindakan yang semuanya diharapkan merupakan tindakan yang bijaksana. Disini
akan diuraikan beberapa pemikiran filosofis yang selalu terkait dalam pelayanan
bimbingan dan konseling, yaitu tentang hakikat manusia , tujuan dan tugas
kehidupan.
a.
Manusia
adalah makhluk. Dari tinjauan agama , pengertian makhluk ini memberikan
pemahaman bahwa ia terikat pada Khaliknya, Penciptanya yaitu keterkaitan
sebagaimana menjadi dasar penciptaan manusia itu sendiri
b.
Manusia
adalah makhkluk yang tertinggi dan termulia derajatnya dan paling indah
diantara segenap makhluk ciptaan yang Pencipta
c.
Keberadaan
manusia dilengkapi dengan empat dimensi kemanusiaan yaitu dimensi
keindividualan , kesosialan , kesusilaan , dan keberagamaan. Keempat dimensi
tersebut secara menyeluruh , terpadu , selaras , serasi, dan seimbang demi
terwujudnya kehidupan manusia seutuhnya.
2. Tujuan
dan Tugas Kehidupan
a. Tujuan
Kehidupan 1 :
Spriritual
Agama
sebagai sumber moral, etika dan atuan –aturan formal berfungsi untuk melindungi
dan melestarikan kebenaran dan kesucian hidup manusia.
b. Tugas
Kehidupan 2 : Pengaturan Diri
Seseorang
yang mengamalkan hidup sehat pada dirinya terdapat sejumlah ciri , termasuk
rasa diri berguna; pengendalian diri; pandangan realistik; spontanitas dan
kepekaan emosiaonal dll.
c. Tugas
kehidupan 3 : Bekerja
Dengan
bekerja seseorang akan memperoleh keuntungan ekonomis (termasuk sumber keuangan
untuk membelanjai hidup sehari-hari , untuk mengejar suksus yang lebih tinggi ,
dan untuk modal bagi pemanfaatan penggunaan waktu senggang , rekreasi , dan
pemeliharan kesehatan) dan masih banyak keuntungan yang lainnya.
d. Tugas
kehidupan 4 ; Persahabatan
Persahabatan
memberi tiga keutamaan kepada hidup yang sehat , yaitu:
a.
Dukungan
emosional-kedekatan , perlindungan, rasa aman , kegembiraan;
b.
Dukungan
keberadaan – penyediaan kebutuhan fisik sehari-hari, bantuan keungan;dan
c.
Dukungan
informasi – pemberian data yang diperlukan , petunjuk , peringatan , nasihat.
d. Tugas
Kehidupan 5; Cinta
Dengan
cinta hubungan seseorang dengan orang lain cenderung menjadi amat intim ,
saling mempercayai , saling terbuka , saling bekerjasama , dan saling
memberikan komitmen yang kuat.
Manusia adalah segala-galanya bagi layanan bimbingan
dan konseling. Oleh karena itu pemahaman tentang seluk-beluk manusia merupakan
sesuatu yang wajib bagi para konselor.
B. Landasan
Religius
1. Manusia
Sebagai Makhluk Tuhan
Keyakinan
bahwa manusia adalah makhluk Tuhan menekankan pada ketinggian derajat dan
keindahan makhliuk manusia itu serta peranannya sebagai khalifah di muka bumi
ini. Derajat dan keberadaan yang paling mulia di antara makhluk-makhluk Tuhan
itu perlu dimuliakan oleh manusia itu sendiri.
2. Sikap
keberagamaan
Kehidupan
beragama merupakan gejala yang universal. Pada bangsa-bangsa dan
kelompok-kelompok manusia dari zaman ke zaman senantiasa dijumpai
praktek-praktek kehudupan beragama. Maka “keagamaan” itu sangat beraneka ragam
( terentang dari paham-paham animisme , politeisme, sampai monoteisme) dan
dalam banyak seginya diwarnai oleh dan bahkan ada yang terpadu menjadi satu
dengan unsur-unsur kebudayaan yang dikembangkan oleh manusia sendiri.
3. Peran
Agama
Peranan agama dalam
bimbingan dan konseling pertama-tama terarah pada upaya peneguhan keimanan dan
ketakwaan pada diri klien melalui penghormatan yang tinggi terhadap agama klien
dan pentransferan kaidah-kaidah agama secara wajar dan tidak mempertentangkan
agma yang satu terhadap agama lainnya. Karena didalam agama itu banyak
ragamnya, maka konselor harus dengan sangat hati-hati dan bijaksana menerapkan
landasan religius itu terhaadap klien yang berlatar belakang agama yang
berbeda.
C. Landasan
Psikologis
Psikologis merupakan kajian
tentang tingkah laku individu.
Untuk keperluan bimbingan dan
konseling sejumlah daerah kajian dalam bidang psikologi perlu dikuasai, yaitu
tentang: 1. Motif dan motifasi 2. Pembawaan dasar lingkungan 3. Perkembangan
individu 4. Belajar ,balikan dan penguatan 5. Kepribadian
1.
Motif
dan Motivasi
Motif adalah dorongan
yang menggerakan seseorang bertingkah laku. Para ahli umumnya sepakat akan
adanya dua penggolongan motif yang bersifat primer dan sekunder. Motif primer
melekat pada diri individu sejak awal keberadaan indibidu tersebut , motif sekunder
tidak di bawa sejak lahir , melainkan terbentuk bersama dengan proses
perkembangan individu yang bersangkutan. Motif erat sekali hubungannya dengan
perhatian. Dikenal adanya motif yang bersifat
instrinsik dan ekstrinsik.
2.
Pembawaan
dan Lingkungan
Setiap individu
dilahirkan di dunia dengan membawa dengan kondisi mental tertetu. Apa yang
dibawa sejak lahir itu sering disebut pembawaan. Kondisi yang menjadi pembawaan
itu selanjutnya akan terus tumbuh dan berkembang.
3.
Perkembangan
Individu
Sejak masa konsepsi
dalam rahim ibu bakal individu yang telah dilahirkan ada itu berkembang menjadi janin , bayi dan seterusnya sampai
menjadi dewasa, akhirnya usia lanjut. Dengan demikian jelas bahwa perkembangan
individu itu tidak sekali jadi , melainkan bertahap berkisinambungan.
Masing-masing aspek perkembangan. Meskipun masing-masing aspek perkembangan
cenderung memperlihatkan caranya sendiri, namun aspek-aspek itu saling terkait.
4.
Belajar
, Balikan dan Penguatan
Belajar merupakan
salah satu konsep yang amat mendasar dari psikologi. Peristiwa belajar dari
bentuk-bentuk yang ditandai oleh perubahan tingkah laku yang amat sederhana
sebagai hasil latihan singkat sampai dengan proses mental tingkat tinggi. Inti
perbuatan belajar adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru dengan
memanfaatkan apa yang sudah ada pada diri individu.
5.
Kepribadian
Sering dikatakan
bahwa ciri seseorang adalah kepribadiannya. Dalam khasanah psikologi rumusan
yang satu tentang kepribadian agaknya sulit untuk dicapai. Mengenai kepribadian
ini para ahli psikologi umumnya memusatkan perhatian pada faktor-faktor fisik
dan genetika , berfikir dan pengamatan , serta dinamika motivasi dan perasaan
(Mussen & Rosenzweiq, 1973)
D. Landasan
Sosial Budaya
·
Individu
sebagai produk lingkungan sosial budaya
Uraian terdahulu mengemukakan
bahwa seorang individu tidak dapat hidup sendiri. Dengan segala tututan dan
pengaruh dari lingkungan sosial budaya itu terjadilah hubungan timbal balik
antara individu dan lingkungan itu ; indiviu menjadi milik lingkungan sosial
budaya, dan lingkungan sosial budaya itu menjadi milik individu tersebut.
·
Bimbingan dan Konseling
Antarbudaya
Sesuai dengan dimensi
kesoslialannya , individu-individu saling berkomnikasi dan menyesuaikan diri.
Ketidaksamaan bahasa asing yang dipakai oleh pihak-pihak yang berkomunikasi
menyebabkan komunikasi dapat terhenti sama sekali. Karena inti proses bimbingan
dan konseling adalah komunikasi antar klien dan konselor, maka proses bimbingan
dan konseling yang bersifat antar budaya (klien dan konselor berasal dari latar
belakang budaya yang berbeda) sangat peka terhadap pengaruh dari sumber-sumber
hambatan komunikasi seperti tersebut.
E. Landasan
Ilmiah dan Teknologis
1.
Keilmuan
bimbingan dan konseling
Ilmu sering disebut
juga” ilmu pengetahuan”, merupakan sejumlah ilmu pengetahuan yang disusun
secara logis dan sistematik. Pengetahuan ialah sesuatu yang diketahui melalui
pancaindra dan pengolahan oleh daya pikir. Dengan demikian, ilmu bimbingan dan
konseling adalah berbagai pengetahuan tentang bimbingan dan konseling yang
tersusun secara logis dan sistematik.
2.
Peran
Ilmu Lain dan Teknologi dalam Bimbingan dan Konseling
Penelitian adalah
jiwa dari perkembangan ilmu dan teknologi. Apabila pelayanan bimbingan dan
koseling diinginkan untuk berkembang dan maju.
F. Landasan
Pedagogis
Landasan pedagogis
mengemukakan bahwa antara pendidikan dan bimbingan memang dapat dibedakan ,
tetapi tidak dapat dipisahkan. Secara mendasar bimbingan dan konseling
merupakan salah satu pendidikan. Demikianlah , proses bimbingan dan koseling
adalah proses pendidikan yang menekankan pada kegiatan belajar dan sifat
normatif. Tujuan-tujuan bimbingan dan konseling memperkuat tujuan-tujuan
pendidikan dan menunjang program-program pendidikan secara menyeluruh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar