Sabtu, 29 Desember 2012

BAB IV LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING



BAB IV
LANDASAN BIMBINGAN DAN
KONSELING
A.     Landasan Filosofis
Pemikiran yang paling dalam , paling luas, paling tinggi , dan paling tuntas itu mengarah kepada pemahaman tentang hakikat sesuatu. Sesuatu yang yang dipikirkan itu dikupas , diteliti , dikaji dan direnungkan segala seginya melalu proses pemikiran yang selurus-lurusnya dan setajam-tajamnya sehingga diperoleh pemahaman menyeluruh tentang hakikat keberadaan dan keadaan sesuatu itu.
Pelayanan bimbingan dan konseling meliputi serangkaian kegiatan atau kegiatan atau tindakan yang semuanya diharapkan merupakan tindakan yang bijaksana. Disini akan diuraikan beberapa pemikiran filosofis yang selalu terkait dalam pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu tentang hakikat manusia , tujuan dan tugas kehidupan.
1.      HakikatManusia
a.       Manusia adalah makhluk. Dari tinjauan agama , pengertian makhluk  ini memberikan pemahaman bahwa ia terikat pada Khaliknya, Penciptanya yaitu keterkaitan sebagaimana menjadi dasar penciptaan manusia itu sendiri
b.      Manusia adalah makhkluk yang tertinggi dan termulia derajatnya dan paling indah diantara segenap makhluk ciptaan yang Pencipta
c.       Keberadaan manusia dilengkapi dengan empat dimensi kemanusiaan yaitu dimensi keindividualan , kesosialan , kesusilaan , dan keberagamaan. Keempat dimensi tersebut secara menyeluruh , terpadu , selaras , serasi, dan seimbang demi terwujudnya kehidupan manusia seutuhnya.
2.      Tujuan dan Tugas Kehidupan
a.      Tujuan Kehidupan 1 :
Spriritual
Agama sebagai sumber moral, etika dan atuan –aturan formal berfungsi untuk melindungi dan melestarikan kebenaran dan kesucian hidup manusia.
b.      Tugas Kehidupan 2 : Pengaturan Diri
Seseorang yang mengamalkan hidup sehat pada dirinya terdapat sejumlah ciri , termasuk rasa diri berguna; pengendalian diri; pandangan realistik; spontanitas dan kepekaan emosiaonal dll.
c.       Tugas kehidupan 3 : Bekerja
Dengan bekerja seseorang akan memperoleh keuntungan ekonomis (termasuk sumber keuangan untuk membelanjai hidup sehari-hari , untuk mengejar suksus yang lebih tinggi , dan untuk modal bagi pemanfaatan penggunaan waktu senggang , rekreasi , dan pemeliharan kesehatan) dan masih banyak keuntungan yang lainnya.
d.      Tugas kehidupan 4 ; Persahabatan
Persahabatan memberi tiga keutamaan kepada hidup yang sehat , yaitu:
a.       Dukungan emosional-kedekatan , perlindungan, rasa aman , kegembiraan;
b.      Dukungan keberadaan – penyediaan kebutuhan fisik sehari-hari, bantuan keungan;dan
c.       Dukungan informasi – pemberian data yang diperlukan , petunjuk , peringatan , nasihat.

d.      Tugas Kehidupan 5;  Cinta
Dengan cinta hubungan seseorang dengan orang lain cenderung menjadi amat intim , saling mempercayai , saling terbuka , saling bekerjasama , dan saling memberikan komitmen yang kuat.
            Manusia adalah segala-galanya bagi layanan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu pemahaman tentang seluk-beluk manusia merupakan sesuatu yang wajib bagi para konselor.

B.     Landasan Religius

1.      Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Keyakinan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan menekankan pada ketinggian derajat dan keindahan makhliuk manusia itu serta peranannya sebagai khalifah di muka bumi ini. Derajat dan keberadaan yang   paling mulia di antara makhluk-makhluk Tuhan itu perlu dimuliakan oleh manusia itu sendiri.
2.      Sikap keberagamaan
Kehidupan beragama merupakan gejala yang universal. Pada bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok manusia dari zaman ke zaman senantiasa dijumpai praktek-praktek kehudupan beragama. Maka “keagamaan” itu sangat beraneka ragam ( terentang dari paham-paham animisme , politeisme, sampai monoteisme) dan dalam banyak seginya diwarnai oleh dan bahkan ada yang terpadu menjadi satu dengan unsur-unsur kebudayaan yang dikembangkan oleh manusia sendiri.
3.      Peran Agama
Peranan agama dalam bimbingan dan konseling pertama-tama terarah pada upaya peneguhan keimanan dan ketakwaan pada diri klien melalui penghormatan yang tinggi terhadap agama klien dan pentransferan kaidah-kaidah agama secara wajar dan tidak mempertentangkan agma yang satu terhadap agama lainnya. Karena didalam agama itu banyak ragamnya, maka konselor harus dengan sangat hati-hati dan bijaksana menerapkan landasan religius itu terhaadap klien yang berlatar belakang agama yang berbeda.
C.     Landasan Psikologis
Psikologis merupakan kajian tentang tingkah laku individu.
Untuk keperluan bimbingan dan konseling sejumlah daerah kajian dalam bidang psikologi perlu dikuasai, yaitu tentang: 1. Motif dan motifasi 2. Pembawaan dasar lingkungan 3. Perkembangan individu 4. Belajar ,balikan dan penguatan 5. Kepribadian
1.      Motif dan Motivasi
Motif adalah dorongan yang menggerakan seseorang bertingkah laku. Para ahli umumnya sepakat akan adanya dua penggolongan motif yang bersifat primer dan sekunder. Motif primer melekat pada diri individu sejak awal keberadaan indibidu tersebut , motif sekunder tidak di bawa sejak lahir , melainkan terbentuk bersama dengan proses perkembangan individu yang bersangkutan. Motif erat sekali hubungannya dengan perhatian. Dikenal adanya motif yang bersifat  instrinsik dan ekstrinsik.
2.      Pembawaan dan Lingkungan
Setiap individu dilahirkan di dunia dengan membawa dengan kondisi mental tertetu. Apa yang dibawa sejak lahir itu sering disebut pembawaan. Kondisi yang menjadi pembawaan itu selanjutnya akan terus tumbuh dan berkembang.
3.      Perkembangan Individu
Sejak masa konsepsi dalam rahim ibu bakal individu yang telah dilahirkan ada itu berkembang  menjadi janin , bayi dan seterusnya sampai menjadi dewasa, akhirnya usia lanjut. Dengan demikian jelas bahwa perkembangan individu itu tidak sekali jadi , melainkan bertahap berkisinambungan. Masing-masing aspek perkembangan. Meskipun masing-masing aspek perkembangan cenderung memperlihatkan caranya sendiri, namun aspek-aspek itu saling terkait.
4.      Belajar , Balikan dan Penguatan
Belajar merupakan salah satu konsep yang amat mendasar dari psikologi. Peristiwa belajar dari bentuk-bentuk yang ditandai oleh perubahan tingkah laku yang amat sederhana sebagai hasil latihan singkat sampai dengan proses mental tingkat tinggi. Inti perbuatan belajar adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru dengan memanfaatkan apa yang sudah ada pada diri individu.
5.      Kepribadian
Sering dikatakan bahwa ciri seseorang adalah kepribadiannya. Dalam khasanah psikologi rumusan yang satu tentang kepribadian agaknya sulit untuk dicapai. Mengenai kepribadian ini para ahli psikologi umumnya memusatkan perhatian pada faktor-faktor fisik dan genetika , berfikir dan pengamatan , serta dinamika motivasi dan perasaan (Mussen & Rosenzweiq, 1973)
D.     Landasan Sosial Budaya
·         Individu sebagai produk lingkungan sosial budaya
Uraian terdahulu mengemukakan bahwa seorang individu tidak dapat hidup sendiri. Dengan segala tututan dan pengaruh dari lingkungan sosial budaya itu terjadilah hubungan timbal balik antara individu dan lingkungan itu ; indiviu menjadi milik lingkungan sosial budaya, dan lingkungan sosial budaya itu menjadi milik individu tersebut.
·         Bimbingan dan Konseling Antarbudaya
Sesuai dengan dimensi kesoslialannya , individu-individu saling berkomnikasi dan menyesuaikan diri. Ketidaksamaan bahasa asing yang dipakai oleh pihak-pihak yang berkomunikasi menyebabkan komunikasi dapat terhenti sama sekali. Karena inti proses bimbingan dan konseling adalah komunikasi antar klien dan konselor, maka proses bimbingan dan konseling yang bersifat antar budaya (klien dan konselor berasal dari latar belakang budaya yang berbeda) sangat peka terhadap pengaruh dari sumber-sumber hambatan komunikasi seperti tersebut.

E.     Landasan Ilmiah dan Teknologis
1.      Keilmuan bimbingan dan konseling
Ilmu sering disebut juga” ilmu pengetahuan”, merupakan sejumlah ilmu pengetahuan yang disusun secara logis dan sistematik. Pengetahuan ialah sesuatu yang diketahui melalui pancaindra dan pengolahan oleh daya pikir. Dengan demikian, ilmu bimbingan dan konseling adalah berbagai pengetahuan tentang bimbingan dan konseling yang tersusun secara logis dan sistematik.
2.      Peran Ilmu Lain dan Teknologi dalam Bimbingan dan Konseling
Penelitian adalah jiwa dari perkembangan ilmu dan teknologi. Apabila pelayanan bimbingan dan koseling diinginkan untuk berkembang dan maju.
F.      Landasan Pedagogis
Landasan pedagogis mengemukakan bahwa antara pendidikan dan bimbingan memang dapat dibedakan , tetapi tidak dapat dipisahkan. Secara mendasar bimbingan dan konseling merupakan salah satu pendidikan. Demikianlah , proses bimbingan dan koseling adalah proses pendidikan yang menekankan pada kegiatan belajar dan sifat normatif. Tujuan-tujuan bimbingan dan konseling memperkuat tujuan-tujuan pendidikan dan menunjang program-program pendidikan secara menyeluruh.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar